Dia mendekati aku
Bertanya apakah aku punya 2 dolar
Aku terkejut
Mulutku tertutup
Bahkan mataku tak sanggup menatapnya
Jantungku berdegup semakin kencang
Aku hanya menggelengkan kepala
Dari gerakan itu
Ia mengerti jawabanku
Ia meninggalkanku
Dan mencoba mendapatkan 2 dolar dari orang lain
Kulihat dia
Kira-kira 25 tahun lebih
Penampilan berantakan, tidak bercukur, agak kotor
dan sepertinya sedang bingung
Ia tidak mendapatkan sekeping 2 dolar pun dari setiap penumpang yang
ada di
gerbong ini
Maka ia mencoba ke gerbong lain
Hatiku sesak
Sesungguhnya aku ingin menghampiri dia
Dan memberikan 2 dolar yang ia cari
Mungkin ia benar-benar membutuhkan uang itu
Mungkin ia bukan orang jahat
Mungkin ia
Mungkin ia
Mungkin ia
Begitu banyak kemungkinan
Bagaimana kalau orang itu adalah Tuhan?
Pernahkah terlintas di benak anda
Kalau Tuhan menjelma menjadi salah seorang seperti pria tadi
"Ketika aku lapar, kau tidak memberiku makan"
Bagaimana ketika pada saat kita bertemu denganNya
ia bertanya
"Ketika aku memerlukan 2 dolar, kau tidak memberikan"
Apa reaksi kita?
Apa susahnya sih memberikan 2 dolar pada orang itu?
Uang di kantongku bahkan lebih dari itu
2 dolar tidak begitu berarti
Beli sepiring nasi saja tidak cukup
Aku menyadari bahwa
Rasa takut lah yang membentengi aku untuk berbuat kasih!!!!
Hatiku memang pernah dilukai
Dan membekas sampai sekarang
Handphoneku pernah diambil oleh seseorang
Tadinya ia berniat meminjam
Dan aku dengan polos meminjamkannya
Ternyata, ia mengkhianatiku
Ia membawa lari handphoneku
Aku sedih
Aku kecewa
Aku memarahi diriku yang terlalu polos
Yang terlalu mudah percaya orang
Sehingga kebaikanku disalahgunakan
Sejak saat itu
Aku menutup diriku
Aku hidup dalam ketakutan
Setiap bertemu orang asing
Aku diliputi rasa takut yang luar biasa
Kejadian itu membekas
Mengakibatkan aku sempat berpikir
untuk tidak berbuat baik lagi dengan orang asing
Tapi setelah beberapa saat
Pikiran itu berubah
Aku pikir aku tidak adil
Hanya karena orang itu aku menjadi dingin?
Aku sebenarnya tidak mau takut
Tapi rasa itu tetap ada
walaupun rasa takut itu semakin mengecil
tetapi tetap ada !!
Tuhan, tolong aku untuk menghancurkan tembok ketakutan ini
Sehingga aku bisa berbuat kasih
Apalah arti kotbah tentang kasih
kalau kita tidak mempraktekkannya?
Aku ingin
Mungkin aku masih belum bisa saat ini
Tapi aku terus berdoa
Suatu saat nanti
Aku akan terbebas
dan aku akan berbuat kasih
Kalau aku disakiti lagi,
biarlah.. dibalik rasa sakit itu ada rencanaNya
Aku yakin Ia akan melindungiku
Sampai saat ini
aku masih menangis
ketika aku melihat orang-orang yang membutuhkan
tetapi aku tidak dapat melakukan sesuatu untuk mereka
aku masih menangis
karena rasa takut itu masih ada padaku
aku masih menangis
karena aku tidak dapat memberikan sebagian apa yang ada padaku untuk
mereka
aku masih menangis
karena aku tidak dapat memberi tau mereka bahwa Tuhan menyayangi mereka
!!!!
Tahukah saudara, kata-kata apa yang ingin saya ucapkan
ketika suatu saat nanti saya berani memberikan uang 2 dolar?
"God Bless you.."
Sejak saat itu
setiap saya melihat kepingan 2 dolar
saya langsung teringat akan hal ini
Suatu saat nanti
saya ingin membagikan 2 dolar saya
kepada orang-orang yang membutuhkan
Saya sudah membayangkan,
perasaan saya ketika saya berhasil memberikannya
akan lebih bahagia daripada saat saya memberikan kolekte
karena saya bisa melihat ekspresi mereka
ketika uang 2 dolar ada di tangan mereka
dan saya berharap mereka bisa melihat Tuhan dalam diri saya sendiri
dan saya juga berharap
agar saya bisa melihat Tuhan dalam diri mereka
Doakan saya supaya saya dapat segera melakukannya
Saya berharap kalian bisa berbuat apa yang belum bisa saya lakukan
They need us..
That's a true story..
From my heart, body, and soul..
Semoga pengalaman gue ini berguna buat kalian semua
Sabtu, April 19, 2008
__Beban Sebuah Dosa__
Seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus. Tak
henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka
ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakan agar semua manusia bertobat dan tak
berbuat dosa.
Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak
pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa
terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah
beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah
padaku, berapa berat sebuah dosa itu? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus
kilo?”
Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik
bertanya; “Bila kita meletakan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat
tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan
pasti anak muda tersebut menjawab; “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa
berat karena ia telah mati.”
Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal
yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita
pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita
sebetulnya telah mati.”
-------------
Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda
perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk
mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak
merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda
telah mati.
“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa
lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal
Dia.” (1 Yohanes 3: 6)
henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka
ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakan agar semua manusia bertobat dan tak
berbuat dosa.
Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak
pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa
terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah
beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah
padaku, berapa berat sebuah dosa itu? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus
kilo?”
Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik
bertanya; “Bila kita meletakan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat
tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan
pasti anak muda tersebut menjawab; “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa
berat karena ia telah mati.”
Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal
yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita
pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita
sebetulnya telah mati.”
-------------
Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda
perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk
mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak
merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda
telah mati.
“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa
lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal
Dia.” (1 Yohanes 3: 6)
Kamis, April 17, 2008
"Think Simple" aja kaleeee....
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang- binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah- langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan- kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah- langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan- kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
Senin, April 14, 2008
Semua Kar'na AnugrahNya

Kerasnya kehidupan di Kota Metropolitan ini, tak lepas dari pengaruh lingkungan disekitar kita. Tinggal pilih, mau mengikuti yang baik, atau mau ikut si jahat..?! Semua serba dalam pilihan.. Huhhh…. Susahnya jadi orang perantauan.. Hidup jauh dari orang tua, saudara-saudari, serta banyak orang yang saya kasihi. Namun hanya satu yang ku percaya, bahwa Dia tidak akan pernah jauh meninggalkan kita.
Suatu hari, aku sempat berpikir, bagaiamana caranya agar supaya aku dapat membantu orang tuaku dalam membiayai kebutuhan hidupku disini. Mungkin dengan bekerja sampingan, ataupun dengan cara halal lainnya. Namun tak satupun dapat kujumpai pekerjaan yang cocok dengan statusku yang masih anak kuliahan berusia belasan dan terhitung sangat muda. “Apa kata dunia kalo liat anak umur 17 tahun bekerja di sebuah perusahaan besar yang rata2 karyawannya berusia 21 tahun keatas..?!” Kemampuan dan pola pikir masih jauh diatas orang2 tersebut. Apalagi masalah postur dan kekurangan lainnya. Bagaimana cara mengatasi semuanya ini..?!
Aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di sebuah restoran yang akan dibuka di salah satu pusat perbelanjaan, dengan menjadi waitres. Namun, setelah dikonfirmasikan kepada kedua orangtuaku, mereka menolaknya. “Buat apa kamu sekolah tinggi-tinggi, mengambil jurusan komputer, dan hanya bekerja sebagain pelayan restoran..? Kalo masih ingin di Jakarta, kuliah yang bener, dan cari pekerjaan yang sepadan dengan jurusanmu. Kalau tidak, balik Manado aja..” Zappp…. Badanku tersentak. Jantung seolah tak berdetak. Keringat dingin bercampur perasaan yang sulit diungkapkan. Ku pupuskan niatku untuk mengejar pekerjaan itu.
Waktu demi waktu berlalu, dan lagi-lagi, keinginan untuk mencari pekerjaan tersirat dalam pikiran. “Oh, GOD..!!”, pikirku. Tak ada jalan lain selain berdoa dan menyerahkan sepenuhnya diriku dibawah kaki salib-Nya. Setiap hari doa dan harapan meluncur dari bibir yang berdosa ini. Tapi, apalah daya. Kekuatan manusia ada batasnya. Bosan.. Bete.. Putus asa.. apa lagi..?! Kejenuhan pun tiba.. “Koq Tuhan segitunya sich..?! Gak mau jawab doa2 en’ permohonan aku? Huhhh…” Akhirnya, aku putuskan untuk berhenti berharap dan kembali ke kehidupan normal.
Menjalani hidup normal, seperti biasanya, bangun, mandi, kuliah, makan, kerjain tugas, hang out, dll, dsb, dst. Sampai suatu saat Tuhan mengetuk hatiku. “Hey, apa yang kaulakukan? Aku sudah bekerja didalammu, dan mana waktmu untukku..?!” Ahh.. Suara itu, membangunkanku dari lamunanku. Tuhan menyadarkan dan memperingatkan aku. “GOD, maafkan daku.. Aku sudah bersalah padamu. Aku sudah meragukan Engkau, ya Tuhan. Aku pikir, kau sudah tiada lagi untukku. Aku pikir kau telah meninggalkan daku. Aku pikir kau telah tiak lagi bersamaku. Ternyata, kau selalu berada disampingku.” Aku terdiam, dan memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ternyata Tuhan menasehati aku yang sudah malas lagi datang kepadaNya, karena bosan, bete, putus asa, dsb. Ternyata, Tuhan punya rencana yang indah bagiku.
“Tit Tulit Tit.. Tit Tulit Tit..” suara dari HP ku berbunyi. “Bangun dan angkatlah berkatmu..!!” Tersentak langsung aku menghampiri HP ku yang sedang di-charage. “Halo..?!” …. Dan pada ujung pembicaraan terjadi kesepakatan. “Sampai besok ya” terdengar di ujung sana. “Iya, Terima Kasih”.. “Thankz GOD..!!” Itulah kata2 yang aku ingat saat telepon dari Omaku baru saja ditutup.. “GOD, u make me a way..!!” Ohhh… Tak ada kata kain yang dapat kusampaikan elain ucapan syukur. HP kembali kuangkat dan kutekan salah satu nomor. Nomor Mamaku. “Ma, I got it..!!” Owh… Aku tak bisa melihatnya secara langsung, but aku dapat merasakan kasih seorang ibu yang senang dan terharu mendengarkan suara anaknya yang tersendat-sendat penuh keharuan. Oh… I’m speechless..
Aku mendapatkannya.. Job sebagai seorang Guru Les Privat yang mendatangi rumah muridnya. Pekerjaan didapat, kendala lain ditemui. Ternyata anak yang harus diajar adalah anak laki-laki, usianya 11 tahun, kelas 6 SD, dan ternyata BSB (Bukan SD Biasa). Dia adalah siswa International School.. “OMG..!! Berarti, aku harus menggunakan English untuk mengajarnya..?! Math in English..?! Owh, it’s make me confused” Yuppzzz… Of Course.. “Owh..!! Can I? Idon’t believe this..” Tuhan berkata lain, “Maju anakku..!! Aku menyertaimu.” Kuikuti perintahnya, dan hasilnya.. Berhasil..!! Aku disegani sang murid dan keluarganya.
“Thankz GOD.. Aku tahu inilah caraMu untuk menjawab doa-doaku. Tak ada yang bisa kuungkapkan selain Sujud Syukur dan Terima Kasih” Apalagi yang bisa kubanggakan dari diriku ini kalo bukan Tuhan yang menggunakannya. Bukan karna kekuatan, kelebihan, kekayaan, kehormatan, kelebihan , ataupun kesempurnaan sebagai manusia. Semua ini karena AnugrahNya bagi kita.
__Inspired by True Story__
Your Reflection
Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya, sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah….hati seorang wanita . Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain… tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu..
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu ...
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.
_________________
Jangan beri aku kekayaan, berilah aku hikmatMu ya Tuhan.
Biarlah aku tetap berada dalam lindunganMu ya Tuhanku.
Ini aku ya Tuhan….
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya, sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah….hati seorang wanita . Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain… tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu..
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu ...
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.
_________________
Jangan beri aku kekayaan, berilah aku hikmatMu ya Tuhan.
Biarlah aku tetap berada dalam lindunganMu ya Tuhanku.
Ini aku ya Tuhan….
Jumat, April 04, 2008
Happy Birthday My Family
Bulan ini, banyak dari kelurgaku yang merayakan HUT.
Apa yang bisa ku berikan sebagai kakak bagi adikku, anak tertua dalam keluargaku, cucu tertua dalam keluarga besarku..?!
Huhh... Aku merasa tak ada gunanya..
Hampir 18 tahun hidup, dan hanya bisa menuyusahkan Orangtua dan orang2 lain yang ada di sekitarku..
Tapi, ada sesuatu yang patut aku syukuri. Diantara segelintir permasalahan dalam hidupku, ternyata masih ada DIA yang selalu mendampingiku.
Dia tak pernah meniggalkan aku disaat aku sedih dan senang, dalam untung dan malang, Dia selalu besertaku.
Aku juga harus bersyukur karena dilahirkan dari Keluarga yang cukup sederhana.
Aku melihat bagaimana kehidupan keluarga yang kemampuan ekonominya masih berada dibawah kami.
Betapa bersyukurnya aku ketika aku sadar bahwa Tuhan sungguh baik dalam kehidupanku.
Ternyata, apa yang telah Tuhan berikan bagi kita adalah yang terbaik dimataNya..
Hidupku kini jauh dari orang2 yang aku sayangi dan yang meyayangiku.
Kalau saja saat ini aku berada di tengah2 mereka, sudah kupeluk mereka satu per satu kurangkul dan kukatakan, "I LOVE U"..
Sayangnya, hal tersebut hanya bisa disampaikan sejauh SMS ato telpon sekalipun..
Tapi aku percaya, bahwa kasih mereka kepadaku tak hanya sejauh SMS tersebut..
Apalagi kasih Tuhan yang begitu besar bagi aku..
Setiap hari kurasakan berkat2Nya melimpah atasku..
Besok, 5 April 2008 adikku berulang tahun ke 13..
8 April 2008, mamaku berulang tahun yang ke 39..
13 April 2008, omaku berulang tahun juga..
19 & 21 April 2008, kedua sepupu kecilku juga berulang tahun..
Lalu, apa yang bisa aku berikan bagi mereka..
Paling tidak, ada doa ucapan syukur dan ucapan selamat yang meluncur dari bibirku, ataupun hanya sekedar SMS..
Tapi, aku percaya, kasih sayang mereka selalu besar bagiku..
Thankz GOD, untuk keluargaku, adikku, mamaku, omaku, sepupu2ku, dan semua orang yang ku kenal, yang berulang tahun pada bulan ini..
Moga2 mereka semua tetap dalam lindungan kasihmu, dan Engkau berikan mereka kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini..
Cukup2kan rejeki bagi mereka, agar mereka dapat membiayai apa yang masih menjadi tanggung jawab mereka..
Happy B'day All..
_GOD Bless_
AMIN...
Apa yang bisa ku berikan sebagai kakak bagi adikku, anak tertua dalam keluargaku, cucu tertua dalam keluarga besarku..?!
Huhh... Aku merasa tak ada gunanya..
Hampir 18 tahun hidup, dan hanya bisa menuyusahkan Orangtua dan orang2 lain yang ada di sekitarku..
Tapi, ada sesuatu yang patut aku syukuri. Diantara segelintir permasalahan dalam hidupku, ternyata masih ada DIA yang selalu mendampingiku.
Dia tak pernah meniggalkan aku disaat aku sedih dan senang, dalam untung dan malang, Dia selalu besertaku.
Aku juga harus bersyukur karena dilahirkan dari Keluarga yang cukup sederhana.
Aku melihat bagaimana kehidupan keluarga yang kemampuan ekonominya masih berada dibawah kami.
Betapa bersyukurnya aku ketika aku sadar bahwa Tuhan sungguh baik dalam kehidupanku.
Ternyata, apa yang telah Tuhan berikan bagi kita adalah yang terbaik dimataNya..
Hidupku kini jauh dari orang2 yang aku sayangi dan yang meyayangiku.
Kalau saja saat ini aku berada di tengah2 mereka, sudah kupeluk mereka satu per satu kurangkul dan kukatakan, "I LOVE U"..
Sayangnya, hal tersebut hanya bisa disampaikan sejauh SMS ato telpon sekalipun..
Tapi aku percaya, bahwa kasih mereka kepadaku tak hanya sejauh SMS tersebut..
Apalagi kasih Tuhan yang begitu besar bagi aku..
Setiap hari kurasakan berkat2Nya melimpah atasku..
Besok, 5 April 2008 adikku berulang tahun ke 13..
8 April 2008, mamaku berulang tahun yang ke 39..
13 April 2008, omaku berulang tahun juga..
19 & 21 April 2008, kedua sepupu kecilku juga berulang tahun..
Lalu, apa yang bisa aku berikan bagi mereka..
Paling tidak, ada doa ucapan syukur dan ucapan selamat yang meluncur dari bibirku, ataupun hanya sekedar SMS..
Tapi, aku percaya, kasih sayang mereka selalu besar bagiku..
Thankz GOD, untuk keluargaku, adikku, mamaku, omaku, sepupu2ku, dan semua orang yang ku kenal, yang berulang tahun pada bulan ini..
Moga2 mereka semua tetap dalam lindungan kasihmu, dan Engkau berikan mereka kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini..
Cukup2kan rejeki bagi mereka, agar mereka dapat membiayai apa yang masih menjadi tanggung jawab mereka..
Happy B'day All..
_GOD Bless_
AMIN...
Akhir Zaman
Dulu ketika semasa SMP, saya pernah dikejutkan isu bahwa akan ada kegelapan total selama tiga hari tiga malam. Beredar selebaran yang menyatakan bahwa pada saat kegelapan tersebut, penerangangan hanya bisa melalui lilin yang telah diberkati. Alhasil sebagian besar warga kota kecilku berbondong-bondong membeli lilin dan minta diberkati oleh pastor. Banyak keluarga memborong kebutuhan-kebutuhan pokok demi kelangsungan hidup selama tiga hari kegelapan tersebut. Mereka yang dapat bertahan hidup selama tiga hari kegelapan tersebut adalah mereka yang diselamatkan, sedangkan yang tidak layak akan binasa. Namun setelah hari yang ditunggu-tunggu tiba, ternyata kegelapan tidak terjadi. Sang surya dengan gagahnya tetap terbit dari ufuk timur, kembali memberi sinar dan pengharapan pada warga kotaku yang kebingungan. Ada rasa kecewa dan ada rasa suka. Kecewa karena sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa tapi apa yang diramalkan tidak terjadi. Tetapi lebih dari itu, ada rasa suka. Ternyata Allah tidak kejam seperti yang diisukan. Ia tetap baik dan mengasihi umatnya. Cahaya matahari tidak saja hanya untuk orang-orang beriman tapi juga untuk orang berdosa. Kasih Allah ternyata melampaui batas definisi dosa yang dibuat manusia untuk saling mengeksklusifkan satu sama lain.
Berita tentang kedatangan akhir jaman (apokalipsi) selalu menarik perhatian banyak orang, terutama bila itu dilengkapi dengan sekian kesaksian para kudus, kutipan injil, atau pernyataan yang diasalkan pada perkataan Bunda Maria dalam beberapa penampakannya. Berita tentang kedatangan akhir jaman memang bukanlah sekedar isu. Injil hari Minggu ini berbicara tentang kedatangan akhir jaman tersebut. Dalam Injil hari minggu ini, Yesus memberi tanda-tanda yang mendahului kedatangan hari tersebut: bangsa akan bangkit melawan bangsa, gempa bumi, kelaparan, dan wabah penyakit di mana-mana. Bila menilik tanda-tanda tersebut, kita akan dengan mudah dituntun pada keterpenuhan nas tersebut. Peperangan dan bencana alam telah menjadi berita utama dunia ini. Juga kelaparan di banyak tempat, yang sering kali tidak terpantau oleh media. Belum lagi penyakit yang aneh-aneh dan baru di beberapa belahan bumi. Nampaknya dunia sudah menunjukkan gejala-gejala seperti yang dinyatakan Yesus tersebut.
Orang yang pintar membaca tanda-tanda jaman tidak bosan-bosannya menyerukan pertobatan. Dunia hanya biasa diselamatkan dengan pertobatan yang segera mungkin. Beberapa yang merasa terinspirasi semakin berani mewartakan atau membentuk aliran-aliran yang mengklaim bahwa mereka telah menerima wahyu akan kedatangan akhir jaman tersebut. Atau bahwa mereka adalah mesias kedua yang dijanjikan tersebut. Dengan memanfaatkan kemampuan retorik yang isinya didominasi oleh ancaman-ancaman dan berkat, bukan keselamatan yang mereka bawa, justru semakin banyak kesesatan yang ditimbulkan. Selalu ada klaim bahwa hanya kelompok merekalah yang akan diselamatkan. Beberapa aliran tersebut berujung pada aksi bunuh diri massal, seperti aksi bakar diri atau minum racun bersama.
Saya selalu merasa tertarik dengan konsep Alfred North Whitehead tentang Allah. Ia menempatkan Allah dalam dua hakikat, yaitu hakikat awali (primordial nature) dan hakikat akhiri (consequent nature). Dalam hakikat awali, Allah merupakan perwujudan konseptual dari seluruh kekayaan potensial absolut, suatu penataan segala kemungkinan bentuk perwujudan konkret. Dalam hakikat awalinya, Allah dikategorikan sebagai free, complete, eternal, actually deficient and unconscious. Sebaliknya dalam aspek akhiri, Allah bersifat determined, incomplete, consequent, everlasting, fully actual, and concious. Dalam aspek awalinya Allah berperan sebagai pencipta sedangkan dalam aspek akhiri Allah berperan sebagai penyelamat yang menampung segala sesuatu. Whitehead tidak melihat bahwa Allah sebagai yang sempurna dari permulaan, yang hanya memberi dan tidak membutuhkan apa-apa dari dunia, tetapi sebaliknya Allah pun mencerap dari dunia. Justru dengan mencerap dari dunia dan menyimpan, menampung, menyelamatkan segala sesuatu barulah Allah menjadi sempurna.
Allah dalam hakikat akhirinya bukanlah Allah yang dapat meramal atau dapat menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi bersama-sama dunia mengarungi masa depan. Dalam pola pandang ini berarti bahwa keputusan Allah tidaklah mutlak. Allah kita bukanlah Allah yang statis dan tidak peka. Ia bukanlah Allah yang sekali memutus maka akan berlaku selama-lamanya. Ia peka terhadap dunia, keputusanNya bisa berubah bila dunia berubah. Akhir jaman di sini tidak lagi ditempatkan pada suatu titik waktu di masa depan, tapi masih sebatas konsep. Terjadi atau tidaknya akhir jaman tersebut bukan lagi merupakan keputusan mutlak Allah, tetapi lebih merupakan keputusan dunia sendiri. Dunia menentukan akan jadi apa dirinya nanti. Bila bangsa-bangsa tidak lagi mampu mengontrol nafsu untuk saling menghabisi; bila egoisme sudah sedemikian merajalela sehingga manusia saling mengeksploitasi yang berujung pada kesengsaraan dan kelaparan; bila manusia tidak lagi mampu menjaga sikap dan perilakunya dalam batas-batas moral dan etika kristiani, maka akhir jaman sudah sedang terjadi.
Hemat saya, kita sebagai orang Kristen tidak perlu takut akan kedatangan akhir jaman. Akhir jaman bukanlah hukuman dari Allah untuk dunia, tetapi hukuman dari dunia bagi dirinya sendiri. Akhir jaman juga bukan tiga ketukan palu dari sang hakim yang akan menentukan nasib kita selanjutnya. Kita memang harus tetap membentengi diri kita dengan mempraktekan ajaran-ajaran Yesus. Peringatan Yesus tentang akhir jaman bukanlah untuk menakut-nakuti kita, tetapi saya kira lebih sebagai dorongan untuk saling berbuat baik dan mengasihi satu sama lain. Isu tentang kedatangan hari terakhir atau tentang kedatangan Mesias, janganlah membuat kita terpeleset dengan bergabung pada aliran-aliran sesat yang mengklaimnya. Bayangan tentang akhir jaman yang mengerikan bisa kita hindari dengan menjadikan bumi kita sebagai tempat diam yang lebih baik; menjadikan kehendak Allah di atas bumi seperti di dalam surga. Amin.
Berita tentang kedatangan akhir jaman (apokalipsi) selalu menarik perhatian banyak orang, terutama bila itu dilengkapi dengan sekian kesaksian para kudus, kutipan injil, atau pernyataan yang diasalkan pada perkataan Bunda Maria dalam beberapa penampakannya. Berita tentang kedatangan akhir jaman memang bukanlah sekedar isu. Injil hari Minggu ini berbicara tentang kedatangan akhir jaman tersebut. Dalam Injil hari minggu ini, Yesus memberi tanda-tanda yang mendahului kedatangan hari tersebut: bangsa akan bangkit melawan bangsa, gempa bumi, kelaparan, dan wabah penyakit di mana-mana. Bila menilik tanda-tanda tersebut, kita akan dengan mudah dituntun pada keterpenuhan nas tersebut. Peperangan dan bencana alam telah menjadi berita utama dunia ini. Juga kelaparan di banyak tempat, yang sering kali tidak terpantau oleh media. Belum lagi penyakit yang aneh-aneh dan baru di beberapa belahan bumi. Nampaknya dunia sudah menunjukkan gejala-gejala seperti yang dinyatakan Yesus tersebut.
Orang yang pintar membaca tanda-tanda jaman tidak bosan-bosannya menyerukan pertobatan. Dunia hanya biasa diselamatkan dengan pertobatan yang segera mungkin. Beberapa yang merasa terinspirasi semakin berani mewartakan atau membentuk aliran-aliran yang mengklaim bahwa mereka telah menerima wahyu akan kedatangan akhir jaman tersebut. Atau bahwa mereka adalah mesias kedua yang dijanjikan tersebut. Dengan memanfaatkan kemampuan retorik yang isinya didominasi oleh ancaman-ancaman dan berkat, bukan keselamatan yang mereka bawa, justru semakin banyak kesesatan yang ditimbulkan. Selalu ada klaim bahwa hanya kelompok merekalah yang akan diselamatkan. Beberapa aliran tersebut berujung pada aksi bunuh diri massal, seperti aksi bakar diri atau minum racun bersama.
Saya selalu merasa tertarik dengan konsep Alfred North Whitehead tentang Allah. Ia menempatkan Allah dalam dua hakikat, yaitu hakikat awali (primordial nature) dan hakikat akhiri (consequent nature). Dalam hakikat awali, Allah merupakan perwujudan konseptual dari seluruh kekayaan potensial absolut, suatu penataan segala kemungkinan bentuk perwujudan konkret. Dalam hakikat awalinya, Allah dikategorikan sebagai free, complete, eternal, actually deficient and unconscious. Sebaliknya dalam aspek akhiri, Allah bersifat determined, incomplete, consequent, everlasting, fully actual, and concious. Dalam aspek awalinya Allah berperan sebagai pencipta sedangkan dalam aspek akhiri Allah berperan sebagai penyelamat yang menampung segala sesuatu. Whitehead tidak melihat bahwa Allah sebagai yang sempurna dari permulaan, yang hanya memberi dan tidak membutuhkan apa-apa dari dunia, tetapi sebaliknya Allah pun mencerap dari dunia. Justru dengan mencerap dari dunia dan menyimpan, menampung, menyelamatkan segala sesuatu barulah Allah menjadi sempurna.
Allah dalam hakikat akhirinya bukanlah Allah yang dapat meramal atau dapat menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi bersama-sama dunia mengarungi masa depan. Dalam pola pandang ini berarti bahwa keputusan Allah tidaklah mutlak. Allah kita bukanlah Allah yang statis dan tidak peka. Ia bukanlah Allah yang sekali memutus maka akan berlaku selama-lamanya. Ia peka terhadap dunia, keputusanNya bisa berubah bila dunia berubah. Akhir jaman di sini tidak lagi ditempatkan pada suatu titik waktu di masa depan, tapi masih sebatas konsep. Terjadi atau tidaknya akhir jaman tersebut bukan lagi merupakan keputusan mutlak Allah, tetapi lebih merupakan keputusan dunia sendiri. Dunia menentukan akan jadi apa dirinya nanti. Bila bangsa-bangsa tidak lagi mampu mengontrol nafsu untuk saling menghabisi; bila egoisme sudah sedemikian merajalela sehingga manusia saling mengeksploitasi yang berujung pada kesengsaraan dan kelaparan; bila manusia tidak lagi mampu menjaga sikap dan perilakunya dalam batas-batas moral dan etika kristiani, maka akhir jaman sudah sedang terjadi.
Hemat saya, kita sebagai orang Kristen tidak perlu takut akan kedatangan akhir jaman. Akhir jaman bukanlah hukuman dari Allah untuk dunia, tetapi hukuman dari dunia bagi dirinya sendiri. Akhir jaman juga bukan tiga ketukan palu dari sang hakim yang akan menentukan nasib kita selanjutnya. Kita memang harus tetap membentengi diri kita dengan mempraktekan ajaran-ajaran Yesus. Peringatan Yesus tentang akhir jaman bukanlah untuk menakut-nakuti kita, tetapi saya kira lebih sebagai dorongan untuk saling berbuat baik dan mengasihi satu sama lain. Isu tentang kedatangan hari terakhir atau tentang kedatangan Mesias, janganlah membuat kita terpeleset dengan bergabung pada aliran-aliran sesat yang mengklaimnya. Bayangan tentang akhir jaman yang mengerikan bisa kita hindari dengan menjadikan bumi kita sebagai tempat diam yang lebih baik; menjadikan kehendak Allah di atas bumi seperti di dalam surga. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)


