Minggu, Oktober 26, 2008

Perbuatan Baik Yang Tidak Pernah Putus

Pada Suatu hari tampak seorang Pria sedang menelusuri sebuah jalan ditempat tinggalnya, dari balik kacamatanya Pria tersebut merasa ada yang telah mencuri penglihatannya saat itu, sudut mata itu terusik pada seseorang diseberang jalan, tampak seseorang itu sedang mengacungkan jempolnya disisi jalan, tampak jelas jempol tersebut tertuju kepada semua kendaraan di sekitar yang melintas, dengan harapan mendapatkan tumpangan untuk meneruskan perjalanan, namun dari balik kacamatanya pula Pria tersebut tidak melihat ada satupun kendaraan yang sudi menghentikan kendaraannya dan sekedar memberinya tumpangan, dengan sisa wajah yang letih seseorang tersebut melangkahkan kakinya kearah trotoar yang mungkin untuk mengistirahatkan diri, yang entah sudah berapa lama berada di sisi jalan itu, dengan yakin Pria tersebut lalu menepikan kendaraannya untuk menghampiri seseorang tersebut, setelah didekati ternyata orang yang terduduk di trotoar tersebut adalah seorang wanita, dengan wajah penuh keriput serta tongkat yang selalu setia berada disebelahnya seketika berubah ceria dan berusaha tersenyum dengan sisa tenaganya.

Setelah menepikan kendaraannya Pria tersebut bertanya

-PRIA-
"Nek, apa yang sedang Nenek lakukan disini, saat ini ?"


Lalu Nenek itu menjawab dengan lirih bahwa dia tersasar ke daerah ini dan bingung jalan pulang kerumah karena pada saat yang bersamaan tas nya kecurian ketika sedang jalan di suatu daerah.
Lalu dengan sopan Pria tersebut menawarkan diri untuk memberinya tumpangan sampai ketempat tujuan, didalam kendaraan tersebut si Nenek menanyakan nama Pria tersebut, [/right]

-NENEK-
"Nak, kalau boleh Nenek tahu, siapakah namamu ?"

-PRIA-
"Oh saya Dwight Nek"

-NENEK-
"Terima kasih ya Nak, kamu sungguh Baik sekali"

sekali lg ujar sang Nenek dalam ungkapan rasa terimakasihnya saat ini.

-PRIA-
"Oh tak apa Nek, saya sadar saya lahir dari rahim seorang Ibu yang notabene adalah seorang wanita, jadi ketika saya melihat Nenek saat itu yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan, hati saya merasa tergerak dan merasa bahwa saat itu adalah Ibu saya yang sedang berdiri disitu, jadi saya benar-benar ikhlas untuk membantu Nenek"

lalu tanpa sadar Pria tersebut meneteskan air mata, ingat akan Orang Tuanya yang membuatnya selalu rindu untuk selalu berada ditengah-tengah kehangatan mereka.

-NENEK-
"Sekali lagi terima kasih banyak ya Nak..."

lalu Nenek tersebut menyunggingkan senyum haru mendengar jawaban dari Pria tersebut.

Setelah berapa saat akhirnya kendaraan yang mereka naiki telah sampai disebuah daerah dimana Nenek tersebut meminta berhenti dan Berbicara kepada Pria tersebut untuk menurunkannya disini.

-PRIA-
"Dimana Nek rumahnya ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, Nenek turun disini saja"

-PRIA-
"tapi Nek alangkah baiknya, jika saya mengantarkan Nenek hingga kerumah ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, rumah Nenek sudah dekat sekali dari sini, cukup biar Nenek meneruskannya dengan berjalan hingga kedepan rumah Nenek"

dengan sangat terpaksa akhirnya Pria tersebut menepikan kendaraan dan mengabulkan permintaan Nenek tersebut untuk turun disini.

-NENEK-
"Tapi Nak sebelumnya, bagai mana Nenek membalas kebaikan yang engkau lakukan sekarang ?"

-PRIA-
"Oh..Jangan Nek, seperti tadi telah saya katakan, bahwa saya ikhlas untuk membantu Nenek yang benar-benar butuh pertolongan"

-NENEK-
"Tapi Nak...."

-PRIA-
"Baiklah, jika Nenek ingin begitu, permintaan saya cuma satu Nek...", "Apa itu Nak ?", "Saya hanya ingin Nenek melakukan hal yang sama denga saya, Nenek bantulah orang yang benar-benar butuh bantuan ketika Nenek tahu bahwa orang tersebut butuh pertolongan kita..."

lalu Nenek tersebut tersenyum dengan bahagianya mendengar kata-kata Pria tersebut dan mengangguk sebagai tanda setuju.

Suatu hari disebuah tempat makan, Tampak seorang pelayan wanita yang sedang hamil melangkah sambil membawa daftar menu di tangan kanan serta alat tulis untuk mencatat order di tangan kiri terlihat sibuk melayani tamu-tamu yang akan memesan makanan.

-PELAYAN-
"Silahkan, ini menunya..."

setelah menyodorkan menu tersbut pelayan tersebut berdiri disisi pelanggannya, tampak wanita tersebut sibuk mencatat makanan apa yang dipesan oleh tamunya itu, setelah tamu selesai mengorder makanan apa yang akan dipesannya, pelayan tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyampaikan orderan yang tadi dipesan oleh tamu tersebut. Sepuluh menit kemudian pesanan tamu tersebut telah selesai dan langsung dibawanya menuju meja untuk kemudian disajikan kepada pelanggan tersebut dan tidak lupa untuk selau tersenyum kepada setiap tamu rumah makan itu lalu melangkah untuk kembali mencatat order menu dari tamu-tamu yang lainnya dan terus seperti itu hingga tamu yang pertama tadi dia layani memanggilnya dan menghitung semua makanan yang telah dia pesan.

-PELAYAN-
"silahkan Nek, ini bill-nya...hmmmm...kalau boleh tahu, kenapa Nenek hanya makan sendirian disini ?, kemanakah keluarga Nenek yang lain...?"

tanpa berkata-kata, Nenek tersebut hanya menyunggingkan senyum sambil memasukan beberapa lembar uang kertas untuk membayar bill pesanannya. Lalu pelayan tersebut melangkah menuju kasir untuk menyetorkan bill pembayaran dari tamu tersebut, setelah selesai pelayan tersebut kembali menuju meja dimana tamu tersebut duduk untuk menyerahkan kembalian dari pembayaran bill makanan tadi, namun alangkah terkejutnya ketika didapati tamu tersebut telah tidak ada di tempat dan hanya menemukan secarik kertas dan sebuah amplop putih dibawahnya, masih dalam keterkejutannya pelayan tersebut membaca isi yang tertera disecarik kertas tersebut,

- Nak, sebelumnya Nenek minta maaf karena telah meninggalkan meja ini tanpa sepengetahuanmu, maaf jika isi secarik kertas ini juga telah membuatmu terkejut, sebelumnya Nenek berada dalam posisi yang mungkin akan sangat panjang jika diceritakan serta di tulis disini, namun Nenek ingat pesan seoran Pria yang telah menolong Nenek pada waktu, yang tidak mungkin juga Nenek menceritakannya disini, namun disini Nenek hanya ingin membantumu, karena hati kecil Nenek berkata bahwa kamu sedang ada pikiran, maka dari itu Nenek meninggalkan amplop putih yang berada di bawah secarik kertas ini untuk membantumu, semoga apa yang Nenek berikan ini dapat berguna bagi persalinan anak kamu kelak-

Tangan pelayan itu gemetar setelah membaca surat tersbut lalu dengan sangat hati-hati tangannya mengangkat amplop putih yang tadi berada dibawah secarik kertas tersebut, lalu di buka nya perlahan dan alangkah terkejutnya lagi pelayan tersebut setelah melihat isi dari amplop putih tersebut adalah selembar cek lengkap dengan nominal yang cukup besar untuk sebuah pemberian cuma-cuma, namun ini adalah sebuah anugrah yang datang kepadanya melalui seorang Nenek dari Tuhan YME hingga tanpa sadar air matanya jatuh mambasahi secarik kertas yang masih dipegangnya.

Malamnya, pelayan tersebut memeluk erat-erat suami yang sedang tidur disebelah dirinya itu lalu memberikan sebuah kecupan hangat dikening sambil membisikan kata-kata ditelinga

-ISTRI-
"Sayang, qmuh nggak usah terlalu khawatir akan persalinan anak kita kelak, Tuhan memberikan Rezeki yang tidak terduga buat kita dan anak kita"

dan tanpa sadar air mata jatuh kembali hingga ke wajah suaminya itu lalu kembali memeluknya erat-erat, sambil membisikan kata-kata.....
"I LOVE YOU DWIGHT"...


-Beberapa yang mungkin kita bisa petik, bahwa kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan di dunia ini agar selalu saling bantu dan berbuat baik yang tidak pernah terputus terhadap sesama.... -

Masing-masing manusia memiliki masalahnya sendiri, cuma bagaimana kita sebagai manusia sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tetap berdampingan dalam menempuh hidup, alangkah bahagianya ketika kita keluar dari masalahnya dan tetap dalam kebersamaan

Kamis, Oktober 16, 2008

Berikan Aku Ayah..


Secarik kertas koran terbang dikipas angin dan tersangkut pada tiang listrik.
Dari kejauhan bisa aku baca judul besar yang tertulis dengan warna merah pada
halaman kertas itu yang mengingatkan saya akan natal yang kini tiba. Malam nanti
adalah "Malam Kudus, Malam Damai". Dan setiap hati pasti mengimpikan agar di
malam ini mereka bisa menemukan setitik kesegaran, menemukan secercah kedamaian
yang dibawa oleh Allah yang menjelma.

Judul di kertas koran itu tertulis dalam Karakter khusus bahasa Cina; "Selamat
Hari Natal: Semoga Harapan Anda Menjadi Kenyataan." Karena tertarik dengan judul
tersebut, saya memungut kertas koran yang sudah tercabik dan kotor itu dan
membacanya. Ternyata ini merupakan halaman khusus yang sengaja disiapkan bagi
siapa saja agar menuliskan impian dan harapannya. Koran ini seakan berperan
sebagai agen yang meneruskan harapan mereka agar kalau boleh bisa didengarkan
oleh Santa Klaus atau oleh Allah sendiri. Ada kurang lebih tiga puluh harapan
yang dimuat di halaman koran hari ini. Namun saya tertarik dengan harapan yang
ditulis oleh seorang gadis kelas tiga SMP:

"Tuhan...apakah Engkau sungguh ada? Aku tak pernah tahu tentang Engkau. Aku tak
pernah melihat diriMu. Namun banyak orang mengatakan bahwa malam ini Engkau yang
jauh di atas sana akan menjelma menjadi seorang manusia sama seperti diriku dan
mendengarkan setiap harapan yang ada di dasar setiap hati. Tuhan kalau Engkau
sungguh ada dan malam ini mengetuk hatiku, aku akan mengatakan kepadaMu bahwa
aku butuh seorang ayah. Berikanlah aku seorang ayah. Aku tahu bahwa harapanku
ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sejak kecil aku secara terus-menerus
merindukan hal ini."

"Kata ibuku di rumahku ada seorang ayah. Aku tahu bahwa di rumahku, di samping
ibuku masih ada seorang lelaki yang hidup bersama kami. Dan kata ibu dia inilah
yang seharusnya aku panggil ayah. Namun aku tak pernah merasakan cinta seorang
ayah. Setiap hari kami tak pernah mengucapkan lebih dari tiga kalimat. Ketika
kami saling berpapasan, yang aku rasakan cumalah kebencian yang terpancar dari
sudut kedua matanya."

"Benar bahwa ia membayar uang sekolahku. Ia juga membiayai kebutuhan hidupku.
Tapi... sebatas itukah yang disebut kasih sayang seorang bapa? Dia tak lebih
dari pada seseorang yang harus memenuhi sebuah tuntutan hukum untuk mendampingi
diriku, tetapi ia bukanlah ayahku. Setiap ongkos yang keluar untuk membayar uang
sekolahku harus aku bayar dengan derai air mata dan isakan tangis, harus aku
bayar dengan mata yang membengkak. Inikah kasih sayang seorang bapa?¡¨

"Tuhan...apakah Engkau mendengarkan diriku? Malam ini ketika Engkau menjelma
menjadi seseorang seperti diriku dan menjenguk bathinku, hanya satu hal yang aku
harapkan. Berikanlah aku seorang bapa. Seorang bapa yang mencintaiku, seorang
bapa yang bisa menasihati aku tetapi mencaci diriku."

Setelah membaca tulisan ini aku bisa merasakan kepedihan yang bercokol dalam
diri si gadis ini. Aku pernah menjadi seorang anak tiri, anak yang kehilangan
seorang bapa ketika masih berumur dua tahun. Dan betapa dalam dan besarnya
kerinduanku untuk bisa merasakan kasih sayang seorang bapa. Ketika berumur
sembilan tahun aku akhirnya boleh memperoleh seorang ayah lagi.

Namun temanku, aku yakin anda pernah membaca kisah hidup anak tiri. Aku tak
hanya membaca, namun dengan hidupku sendiri aku mengalaminya. Ternyata
kerinduanku untuk menyapa seseorang sebagai bapa hanya bisa bertahan dalam
mimpi. Itulah nasib menjadi seorang anak tiri. Namun waktu terus bergulir. Bapa
tiriku kini telah ubanan. Kalau dulu aku bermimpi untuk dicintai oleh seseorang
yang boleh aku panggil sebagai bapa, walau mimpiku ini tak pernah menjadi
kenyataan, namun kini aku hanya bisa berjuang untuk mencintai seseorang dengan
harapan bahwa ia boleh menyapa aku sebagai anaknya. Yang ada di dasar bathinku
bukanlah rasa marah dan dendam. Tapi belas kasihan. Dan ini hanya menjadi
mungkin karena aku telah mengalami cinta seorang Bapa yang dibawa oleh seorang
bayi mungil di kandang hina. Yesus yang lahir dalam dingin telah mengatakan
kepadaku bahwa ada seorang Bapa yang selalu dan senantiasa mencintaiku. Aku tak
perlu lagi mencari dan bermimpi. Kini adalah giliranku untuk membalas cinta
tersebut dengan mencintai orang lain, dan...terutama mencintai ayah tiriku.

Rabu, Oktober 15, 2008

Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi

[P.U.S.H. = Pray Until Something Happens!!]

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi
terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada
pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu
besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu
dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari.
Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya
sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh
kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan
cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia. Ketika laki-laki
itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan
pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak
bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa
memindahkannnya." Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat
tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu
putus asa dan patah semangat. "Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?"
pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan
cukup baik."
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan
membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan. "Tuhan," katanya "Aku telah
bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan
apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu
itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?' Tuhan mendengarnya
dengan penuh perhatian,"Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau
menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh
kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata
bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang
padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah
benar?
Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat,
tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan
kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi
sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah
menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini
yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."
Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran
kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah
hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....
Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan
selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu
kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....
lakukan P.U.S.H.
Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar....
lakukan P.U.S.H.
P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

Kamis, Oktober 09, 2008

Impian Seorang Mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang
kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri
dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,
memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh.
Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu
saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa
seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di
sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian
pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah
memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya
sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju
kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera
akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan
bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi
pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi
bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka
berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia
pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan
malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang
diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia
mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu
pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada
mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak
minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya
kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena
berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan
humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu
kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan
di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu
berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun
penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua
puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat
tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan
puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu
keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam
perubahan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak
menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak
kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan
penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose".
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya
dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa
tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.
Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai
penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan
teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah
pilihan.

* * *
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat
untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
(Doa Inggris Kuno)

Rabu, Oktober 08, 2008

Cintai Hidup Anda

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu
mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil
berkata: " Ini pakaian dalam yang sangat spesial." Kubuka bungkusan itu, dan
kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera,
disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan
kode-kode penjualannya yang rumit. "

Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya
ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa. Yah, rasanya
inilah hari yangistimewa itu," kata kakak iparku lemah. Ia mengambil pakaian
dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di atas tempat tidur, bersama dengan
pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka. Ia memegang
pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut
keras-keras sambil berkata keras padaku: "Jangan pernah menyimpan sesuatu yang
istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istiewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari
sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati
hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus
memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota
Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum
sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku. Aku juga
memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut
sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan
sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah
mengubah hidupku.

Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.
Aku lalu memandang keluar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah,
tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal
pergi beberapa hari. Sesampai di rumahku sendiri,aku lalu menyempatkan diri
untuk lebih banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung
mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya
dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan
serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih
teliti dan mensyukurinya. Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan
chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari,
tanpa menunggu ada pesta, ada tamu arau lainnya.

Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami
mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan. Saya pergi ke pasar memakai
pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa
sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya
kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi
tidak pelit terhadap diriku sendiri. Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi
ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan
teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama.

Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-ukan padahal saya tidak memiliki
waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan
dengan teman-teman baik saya, meskipun saya sangat ingin berjumpa dengan mereka.
Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima.
Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri
dan anak-anakku, betapa saya menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan
untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan,
kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa. Dan setiap pagi,
begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu
adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah
benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.

Minggu, Oktober 05, 2008

Inikah Yang Namanya COWOK..?! (copy from email)

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper...

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...


kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody's perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal


kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...


kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun...


kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari
atas ke
bawah, liat dulu dong bentuknya)...


kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...


kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...


kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...


kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...


kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas...bikin lemas...
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...


kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...


kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?


Kalo cowok ganteng baca e-mail ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu
berkata 'life is beautifull'


kalo cowok jelek baca e-mail ini,
Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak
sekeras-kerasnya
'HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!

Sabtu, Oktober 04, 2008

My MOM, My ANGEL...

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya
kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan
mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil
dan lemah"?

Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan
menjaga dan mengasihimu."

"Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi
dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu
akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika
saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang
pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan
mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

"Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi
saya ?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat
mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."

"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan
mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku
akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar,
dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah
Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?

"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."