"Pada akhirnya kita harus percaya kepada orang lain, jika kita tak ingin susah....." Bapak tua itu berkata kepadaku sambil tersenyum, didampingi istrinya yang sedang menyulam sesuatu. "Sering saya merasa heran melihat para pengusaha itu memandang pegawainya sebagai beban atas usahanya. Padahal, tanpa pegawainya, mereka tak akan seberhasil sekarang. Tanpa pegawainya, mereka akan hidup setengah mati mengelola usahanya. Dan mungkin hasilnya tidak akan seberhasil saat ini. Ya nak, pada akhirnya, jika kita tak mau susah dalam menjalankan usaha dan menikmati hidup itu sendiri, kita harus percaya kepada orang-orang lain yang telah membantu kita. Pegawai kita sesungguhnya harta kita, dan bukan hanya beban kita...."
Menarik. Aku kenal keluarga ini cukup baik. Mereka memiliki sebuah toko yang cukup besar, maju dan ramai. Mereka juga memounyai dua putra, yang sulung saat ini telah menetap di luar negeri, sedang yang bungsu masih kuliah di Manado. Sedang mereka sendiri, suami istri yang cukup sibuk membantu dan aktip dalam kegiatan sosial, sering meninggalkan tokonya dibawa pengelolaan para pegawainya saja. Bahkan beberapa kali mereka pergi berlibur sementara tokonya tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa hambatan. "Itu karena aku percaya kepada para pekerjaku, nak......"
Percaya. Betapa sulitnya menemukan kata itu saat ini. Mampukah kita mempercayai orang lain? Bahkan terkadang kepada Tuhan pun kita tidak lagi percaya. Kita hidup dalam dunia kita yang diliputi serba kecurigaan terhadap sesama. Kita hidup bersama kesusahan karena ketakutan bahwa kita akan tertipu, kekhawatiran kita bahwa nanti harta kita akan tercuri, kita hidup selalu dalam rasa was-was setiap hari. Tetapi patutkah kita memang percaya kepada orang lain?
"Jika pegawai kami akhirnya mungkin akan menipu kami, akan mencuri harta kami, apa boleh buat nak. Itu bukan salah mereka, tetapi salah kamilah yang telah memilih mereka menjadi pegawai kami. Hidup ini sudah sulit, jadi untuk apa lebih membebani hidup kami dengan rasa curiga terus menerus? Coba bayangkan, karena kepercayaan itulah maka kami dapat menikmati hidup ini. Kami punya banyak waktu untuk menikmati hidup kami, sekaligus bisa membantu orang lain. Tanpa mereka kami tak bisa berbuat apa-apa selain harus duduk setiap hari menjaga usaha kami. Dari pagi hingga malam. Lagipula, seseorang yang selalu menebarkan rasa curiga, suatu saat akan menemukan bahwa kecurigaan itu akan terbukti, karena mereka merasa jika saya selalu dicurigai, ya lakukan saja. Tetapi seseorang yang selalu menaburkan kepercayaan terhadap orang lain, akan mendapatkan kepercayaan penuh juga karena mereka merasa malu untuk melanggar kepercayaan itu. Mungkin satu dua orang akan melakukan kesalahan, namun patutkah kita membebankan kesalahan itu kepada semua orang? Saya rasa tidak, nak. Kita tak boleh melakukan hal itu. Sebab tak ada orang yang persis sama. Ya, dengan kepercayaan yang kita berikan maka mungkin akan ada satu dua orang yang berpikir untuk melakukan pelanggaran, tetapi pasti akan ada pula yang berusaha membela usaha kami. Dan itu sudah beberapa kali terbukti, nak. Jadi perlukah kita selalu mencurigai orang lain?"
Sungguh, aku terpesona dengan ucapan bapak tua yang bijaksana itu. Berapa banyakkah diantara kita yang dapat mempercayai orang lain dengan tulus? Berapa banyakkah diantara kita yang mampu menerima kelemahan orang lain tanpa mempersalahkan mereka? Aku merenungkan hal itu saat meninggalkan toko yang cukup besar itu. Aku membayangkan suami istri tua itu, beberapa waktu lalu, sibuk bersama beberapa anggota tim ikut membagikan sembako di sudut suatu daerah kumuh di kotaku, sembari meninggalkan usahanya yang tetap berjalan maju. Dan kian maju saja. Itu karena kepercayaannya terhadap orang lain membuat mereka pada akhirnya dipercaya juga oleh orang lain. Hidup, akan menjadi berkah bagi mereka, dan bukan beban sebagaimana sebagian diantara kita saat ini. Maka mengapa kita tak mulai mencoba mempercayai orang lain mulai dari saat ini?
Jumat, Mei 23, 2008
Rabu, Mei 21, 2008
It's My Life "Curhat Seorang Anak Manusia" (Part 2)

___Inspired By True Story___
Kesempatan buat curhat gak datang untuk kesekian kalinya..So, mumpung ada waktu pergunakan sebaik mungkin..
Yang mo gw sampein pertama: "Terserah orang lain mau ngomong apa. I am I..!!"
Ya, mungkin itu yang bisa gw sampein sebelum gw ngelanjutin untuk sharing disini..
Hmmm...
Mulai darimana yach..?!
Bingung..
Pusing..
Dilema..
Tapi.... Ahhh... Lanjut dah...
Yang pasti GOD selalu ngasih jalan yang terbaik buat anakNya..
Tul gak..?!
Jadi gini..
Duhhh..
Gimana yach..
Susah nich mulainya..
Hmmmm....
Gini aja dah..
Gw langsung to the poin aja biar gak bikin postingan gw kali ini panjang sepanjang 1 roll tissue toilet yang terbuka dari gulungannya..
Huhhh...
Gini dah..
Ternyata, kalo kita minta sesuatu am Tuhan, Dia pasti bakal menjawabnya dengan caranya sendiri yang sudah pasti berbeda dengan cara yang dipikirkan manusia..
Prnah ngalamin kek gitu gak..?!
Kalo pernah, kita senasib.. Kalo belum, ya mungkin belom rejeki lo..
Hahahaha... (Joking)
Balik lagi ke yag tadi..
Bener lho..
Gw udah beberap kali ngalamin hal yang serupa dengan masalah diatas..
Gw beberin dahh satu per satu biar gak penasaran..
Hmmm...
Gw sering berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, tolong berikan aku kesabaran dalam menjalani kehidupan ini.."
Lalu, apa jawaban Tuhan terhadapku..?!
Dia mendatangkan orang2 yang paling menyebalkan yang pernah kutemui selama hidup ini..
Bayangkan..!!
Apakah ini kita sebut bahwa Tuhan Jahat terhadap kita..?!
TIDAK..!!
Jangan salah kaprah..!!
Tuhan itu baik lhoo...
Dia memberikan itu unuk menguji kesabarab kita..
Kita meminta untuk diberikan kesabaran, bukan..?!
Maka Tuhan menguji kita lewat orang2 tersebut, apakah kita bisa sabar atau tidak..
Kalo dengan orang2 demikian kita sudah tidak sabar, bagaimana jika kita menemui orang2 yang lebih menyebalkan dari yang pernah kita lihat sebelumnya tersebut..?!
Huhh...
OK..?!
Mungkin itu masih masalah yang dapat dipahami..
Mari kita lihat salah satu masalah Extreme..
Ceritanya gini, gw pernah memohon pada Tuhan untuk melepaskan gw dari belenggu dunia Free Sex, Gay, & Pornografi yang telah menjeratku selama beberapa tahun belakangan ini..
Tapi, lihat apa yang Tuhan berikan..
Dia menyediakan internet yang penuh dengan sisi positif dan negatif yang membuat kita dilema dan berpikir 2x saat akan mengambil keputusan..
Tuhan juga membawa gw ke dalam sebuah media Pertemanan Dunia Maya a.k.a Friendster, Facebook, YM, MSN, etc, yang lagi-lagi membuat saya tergoda untuk melihat dan mengenal Friend2 yang memiliki foto Naked & Nude serta mencoba menghubungi mereka lewat No.Telp & No.HP yang mereka berikan pada Homepagenya masing2..
Hmmm...
Bukan hanya itu, yang terakhir ini yang paling Crazy..
Ini bukanlah sebuah mimpi..
That's Real..!!
Keinginan untuk menjauh dari kekelaman dunia Gay, hampir pupus setelah bertemu dan melihat Pria2 muda yang tampan, gagah, dengan wangi seorang pria maskulin dan keringat yang membuat badannya mengkilap..
Wuihhh...
Semuanya itu bukan ditemukan disebuah Club Gay ternama di salah salah satu kota besar di Indonesia.
Hal demikian, baru saja kutemukan di sebuah Tempat Gym yang cukup ternama..
Tak sanggup diriku menahan mata dan memperhatikan pria2 disekelilingku..
Rasanyaaa....
Hmmmm....
Tak terbayangkan..
Kalo saja satu dari antara lo ada disana, lo pasti bisa merasakannya..
Tapi, apakah lo sama seperti gw..?!
Hmmm... I don't think so..
Mudah2an gak la yaaa...
Huhh...
Ow ow apa yang terjadi, terjadilah..
Keinginan untuk nge-Gym berubah menjadi keinginan untuk berkenalan lebih jauh dan sekedar meminta No.HP, FS ato apalah yang bisa menjadi media komunikasi..
Tapi, niat itu kuurungkan dengan maksud untuk menjaga diri dari tanggapan orang sekitar dan juga untuk menjaga Image diri sendiri dihadapan orang banyak..
Lagian, gw kan blom tau kalo orang itu "sakit" ato gak..
Tak banyak yang bisa kulakukan selain menahan diri dan hanya memandang dari jauh kekekaran pria2 dihadapanku..
Sesekali aku mencuri pandang memperhatikan mereka yang tengah asyik mengangkat beban, sit up, menarik beban, aerobic, tread mill, streching, dsb..
Tapi, yang paling disukai adalah ketika berada dalam ruang ganti..
Wuiihhh..
Serasa berada di "Surganya Kaum Adam"..
Oh GOD, apa lagi ini..?!
Hmm..
Itulah Our GOD..
"Kamu mint untuk dipulihkan dari keterikatan ini bukan..?!
Nahhh... Ini, kuhadirkan mereka untuk mengujimu..
Sanggupkah kau melewati tantangan yang kuberikan ini..?!
Hohoho.."
Mungkin itu kaleee ya kata2 dari Tuhan untuk kasus yang satu ini..
Emang agak susah sich kalo kita mau belajar setia padaNya..
Butuh waktu dan proses yang panjang untuk melewatinya..
Dan tantangannyapun tidak semudah yang kita pikirkan..
Kalo kita tahan Uji, kita pasti akan bisa melewatinya..
Tapi kalo tidak, kita bakal jatuh lagi, dan pasti ada pihak yang akam berkata "Welcome Again..!!"
Sypa lagi kalo buka Si Jahat..
Makanya, kita harus selalu berpegan pada firmanNya..
Baca firmanNya dan doa tiap hari, biar kita semakin dikuatkan..
Kalo kita mau bertinak, Dia pasti buka jalan untuk kita..
Tinggal tergantung kitanya, mau gak diubah..
Mudah2an, cerita ini bisa menginspirasikan perubahan bagi semua yang membacanya..
NB:
Not for Public Comsumption
Tanggapliah dari sisi Positifnya..
Ambilah hikmah dibalik cerita ini,
agar kehidupan kedepannya semakin baik..
__GOD Bless__
Not for Public Comsumption
Tanggapliah dari sisi Positifnya..
Ambilah hikmah dibalik cerita ini,
agar kehidupan kedepannya semakin baik..
__GOD Bless__
Senin, Mei 12, 2008
Semua Orang Ingin Boleh Bicara
Hari-hari terakhir ini saya sedang memperhatikan tiga buah acara mencari bakat yang terbaik di 3 televisi swasta. Tiga acara itu adalah AFI Yunior di Indosiar, Babak Audisi Indonesian Idol di RCTI dan Be A Man di Global TV.
AFI Yunior adalah acara lama yang kembali diadakan. Peminatnya cukup banyak meski di stasiun lain juga sedang ada ajang yang mirip. Mungkin perbedaanya, selain di role acaranya, juga cara menempatkan pemenang dari setiap episode. Dengan hadirnya 50 juri vote lock yang tidak mengenal para peserta dan mempunyai hak penuh untuk menentukan sendiri peserta yang mereka suka, acara ini (dianggap) cukup fair karena tidak melibatkan orang dalam.
Terus terang saja, salah satu alasan saya tertarik mengikuti lagi acara tersebut karena di sana ada adik Bagas, seorang anak laki-laki asal Cimahi Bandung, usia 12 tahun. Ketika pertama diberitahu oleh seorang sahabat, saya nggak menaruh kebanggaan atasnya. Meski saya mengenal baik orang tua Bagas, tapi saya pikir kompetisi ini pastilah diikuti orang-orang yang bisa jauh lebih darinya. Apalagi belakangan saya tahu, Bagas punya keterbatasan dalam penglihatan. Matanya hanya 50% bisa melihat. Biar begitu, bukan bermaksud mengekor seniornya di ajang yang mirip yang bahkan tidak bisa melihat sama sekali, Bagas memperlihatkan kebisaannya.
Ketika hari Minggu 19 April 2008 lalu Bagas kembali menunjukkan kebiasaannya di dunia tarik suara, ternyata ia lolos masuk ke 12 besar AFI Yunior. Prestasi yang pasti melegakan dirinya dan keluarganya.
Yang menarik adalah ketika Ibu Bapak Bagas yang berprofesi sebagai pendidik menyebarkan semacam poster kecil (termasuk ke kantor saya), ada tulisan supaya Bagas tetap meneruskan perjuangan tanpa harus terbebani menang atau kalah. Lalu ketika Bagas beraksi, Ibu Bapaknya itu pun membawa poster bertuliskan hal yang mirip, agar Bagas mau menggenggam ¡§matahari¡¨nya. (kondisi ini sempat dikomentari Sofi Navita sebagai sesuatu hal yang positif karena bisa membangkitkan daya juang anak yang bersangkutan)
Lalu..., acara Babak Audisi Indonesian Idol di RCTI. Saya tidak dapat melihat semua berita audisi yang terjadi di banyak daerah. Tapi, ada berita dari beberapa tempat yang kemudian meloloskan para calon the next Indonesian Idol yang sempat saya lihat.
Diantaranya ada tiga orang perjaka-perjaka gagah yang ketika suaranya disatukan membentuk harmoni lagu yang indah. Sayangnya, hingga babak eliminasi cuman satu orang saja yang berhasil. Ada juga polisi lalu lintas dengan suara lantangnya, supir truk hingga pengamen yang dianggap over PD ternyata saat dikritik juri (Anang, Titi dan Indra Lesmana) malah ciut meski ia bisa masuk ke babak selanjutnya.
Yang menarik perhatian saya adalah seorang perempuan muda bernama Wulan, lupa dari daerah mana, menyatakan bahwa selain untuk mengubah nasib keluarga dan dirinya, alasan ia mengikuti Indonesian Idol adalah untuk menyatakan kepada khalayak bahwa keluarganya tidak semua jelek atau buruk seperti anggapan masyarakat di sekitarnya. Sambil menangis, gadis dengan paras Jawa banget itu menceritakan kejadian beberapa waktu lalu ketika sang kakak harus mati diterjang timah panas karena melakukan tindakan kriminal. Dengan terisak, Wulan ingin membersihkan nama keluarganya itu dengan keberhasilannya melewati babak demi babak di Indonesian Idol ini. (Titi DJ berbaik hati menyediakan pelukan simpatinya untuk mengurangi beban tangis Wulan). Dan, sejauh ini keinginannya itu berhasil.
Acara ketiga yang sedang saya seriusi lihat adalah acara baru di Global TV : Be A Man.
Acara yang baru sekali putar di hari Minggu 20 April 2008 itu adalah acara yang berbeda sebab mengetengahkan para waria. Para wanita-pria yang sehari-hari terlihat kemayu itu sengaja diajak ke sebuah lokasi pelatihan militer di daerah Bogor. Dengan kesadaran dan gaya mereka masing-masing, 18 waria tersebut mengikuti semacam pelatihan selama 5 hari.
Be A Man atau ¡§Menjadi Pria Sejati¡¨ ini memang baru tayang sekali di hari Minggu itu. Akan ada kelanjutannya di setiap hari Minggu malam pukul 22.30 WIB hingga beberapa episode. Tapi, ada satu hal yang membuat saya tersenyum sekaligus kagum.
Saat pembaca acaranya menyambut para ke-18 kontestan itu di pinggir lapangan, ada acara ¡§selamat datang¡¨ dengan menggeledah koper yang bawa. Macam-macam saja jenis kopernya itu. Macam-macam pula isinya.
Bisa ditebak, meski bermacam-macam koper dan isi itu, ada 1 kesamaan yang nggak lupa mereka bawa, kesamaan itu adalah alat make-up! Wuih..., saya saja kalah. Biar akhirnya mereka tahu akan mengikuti pelatihan, nyatanya alat make-up itu nggak bisa ketinggalan.
Tapi, bukan itu yang menyita perhatian saya. Mata saya awas menonton ketika beberapa kali didapati dari isi koper itu adalah sejadah dan sarung untuk sholat.
Salut!!
Lewat seorang teman di PH pembuat acara itu, saya dapat bocoran kalau para waria itu memang rajin sholat. Bahkan ada yang bukan membawa sarung saja, tapi juga bawa mukenah! Sementara yang non-muslim, mereka pun rajin berdoa sesuai kepercayaannya masing-masing.
Dari 3 acara mencari bakat itu, ada yang mengusik...
Bahwa manusia memang mempunyai kekurangan dan kelebihan dari dalam diri dan lingkungannya. Kekurangan dan kelebihan yang tidak bisa begitu saja mereka hindari.
Ketika salah satu bentuk kemanusiaan mereka adalah sebuah kekurangan, maka sebagai manusia berakal budi, pastilah mereka hendak menyatakan kepada khalayak bahwa mereka tetap memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan atau minimal supaya kekurangannya tidak terlalu terlihat amat.
Bagas yang tidak sempurna melihat, memiliki suara bagus dan orang tua yang mendukung. Wulan yang tanpa sengaja memiliki kakak yang berhubungan dengan hukum, mendapat kesempatan tampil dan membuktikan eksistensinya untuk membersihkan nama keluarganya. Ajeng dkk warianya, meski keberadaannya masih dilihat sebelah mata, diperlihatkan tetap mau mengingat sang penciptanya.
Lepas apakah mereka kelak bisa memanfaatkan awal yang baik ini menjadi kesempatan hidup yang tidak boleh disia-siakan, acara itu telah menjadi tempat untuk mengumpulkan kembali banyak kelebihan dari sisi seorang anak manusia.
Kelebihan yang hendak dinyatakan untuk menutupi kekurangan itu memang membutuhkan orang lain. Orang lain yang mau menampung ketika mereka susah bicara sendiri. Susah mengungkapkan bahwa mereka "ada" dan "bisa". Sebab pada dasarnya semua manusia punya hak penuh menyatakan diri seutuhnya.
Lalu, ketika semua orang ingin boleh bicara, masihkah kita mau menyediakan telinga untuk sekadar mendengarkan?
AFI Yunior adalah acara lama yang kembali diadakan. Peminatnya cukup banyak meski di stasiun lain juga sedang ada ajang yang mirip. Mungkin perbedaanya, selain di role acaranya, juga cara menempatkan pemenang dari setiap episode. Dengan hadirnya 50 juri vote lock yang tidak mengenal para peserta dan mempunyai hak penuh untuk menentukan sendiri peserta yang mereka suka, acara ini (dianggap) cukup fair karena tidak melibatkan orang dalam.
Terus terang saja, salah satu alasan saya tertarik mengikuti lagi acara tersebut karena di sana ada adik Bagas, seorang anak laki-laki asal Cimahi Bandung, usia 12 tahun. Ketika pertama diberitahu oleh seorang sahabat, saya nggak menaruh kebanggaan atasnya. Meski saya mengenal baik orang tua Bagas, tapi saya pikir kompetisi ini pastilah diikuti orang-orang yang bisa jauh lebih darinya. Apalagi belakangan saya tahu, Bagas punya keterbatasan dalam penglihatan. Matanya hanya 50% bisa melihat. Biar begitu, bukan bermaksud mengekor seniornya di ajang yang mirip yang bahkan tidak bisa melihat sama sekali, Bagas memperlihatkan kebisaannya.
Ketika hari Minggu 19 April 2008 lalu Bagas kembali menunjukkan kebiasaannya di dunia tarik suara, ternyata ia lolos masuk ke 12 besar AFI Yunior. Prestasi yang pasti melegakan dirinya dan keluarganya.
Yang menarik adalah ketika Ibu Bapak Bagas yang berprofesi sebagai pendidik menyebarkan semacam poster kecil (termasuk ke kantor saya), ada tulisan supaya Bagas tetap meneruskan perjuangan tanpa harus terbebani menang atau kalah. Lalu ketika Bagas beraksi, Ibu Bapaknya itu pun membawa poster bertuliskan hal yang mirip, agar Bagas mau menggenggam ¡§matahari¡¨nya. (kondisi ini sempat dikomentari Sofi Navita sebagai sesuatu hal yang positif karena bisa membangkitkan daya juang anak yang bersangkutan)
Lalu..., acara Babak Audisi Indonesian Idol di RCTI. Saya tidak dapat melihat semua berita audisi yang terjadi di banyak daerah. Tapi, ada berita dari beberapa tempat yang kemudian meloloskan para calon the next Indonesian Idol yang sempat saya lihat.
Diantaranya ada tiga orang perjaka-perjaka gagah yang ketika suaranya disatukan membentuk harmoni lagu yang indah. Sayangnya, hingga babak eliminasi cuman satu orang saja yang berhasil. Ada juga polisi lalu lintas dengan suara lantangnya, supir truk hingga pengamen yang dianggap over PD ternyata saat dikritik juri (Anang, Titi dan Indra Lesmana) malah ciut meski ia bisa masuk ke babak selanjutnya.
Yang menarik perhatian saya adalah seorang perempuan muda bernama Wulan, lupa dari daerah mana, menyatakan bahwa selain untuk mengubah nasib keluarga dan dirinya, alasan ia mengikuti Indonesian Idol adalah untuk menyatakan kepada khalayak bahwa keluarganya tidak semua jelek atau buruk seperti anggapan masyarakat di sekitarnya. Sambil menangis, gadis dengan paras Jawa banget itu menceritakan kejadian beberapa waktu lalu ketika sang kakak harus mati diterjang timah panas karena melakukan tindakan kriminal. Dengan terisak, Wulan ingin membersihkan nama keluarganya itu dengan keberhasilannya melewati babak demi babak di Indonesian Idol ini. (Titi DJ berbaik hati menyediakan pelukan simpatinya untuk mengurangi beban tangis Wulan). Dan, sejauh ini keinginannya itu berhasil.
Acara ketiga yang sedang saya seriusi lihat adalah acara baru di Global TV : Be A Man.
Acara yang baru sekali putar di hari Minggu 20 April 2008 itu adalah acara yang berbeda sebab mengetengahkan para waria. Para wanita-pria yang sehari-hari terlihat kemayu itu sengaja diajak ke sebuah lokasi pelatihan militer di daerah Bogor. Dengan kesadaran dan gaya mereka masing-masing, 18 waria tersebut mengikuti semacam pelatihan selama 5 hari.
Be A Man atau ¡§Menjadi Pria Sejati¡¨ ini memang baru tayang sekali di hari Minggu itu. Akan ada kelanjutannya di setiap hari Minggu malam pukul 22.30 WIB hingga beberapa episode. Tapi, ada satu hal yang membuat saya tersenyum sekaligus kagum.
Saat pembaca acaranya menyambut para ke-18 kontestan itu di pinggir lapangan, ada acara ¡§selamat datang¡¨ dengan menggeledah koper yang bawa. Macam-macam saja jenis kopernya itu. Macam-macam pula isinya.
Bisa ditebak, meski bermacam-macam koper dan isi itu, ada 1 kesamaan yang nggak lupa mereka bawa, kesamaan itu adalah alat make-up! Wuih..., saya saja kalah. Biar akhirnya mereka tahu akan mengikuti pelatihan, nyatanya alat make-up itu nggak bisa ketinggalan.
Tapi, bukan itu yang menyita perhatian saya. Mata saya awas menonton ketika beberapa kali didapati dari isi koper itu adalah sejadah dan sarung untuk sholat.
Salut!!
Lewat seorang teman di PH pembuat acara itu, saya dapat bocoran kalau para waria itu memang rajin sholat. Bahkan ada yang bukan membawa sarung saja, tapi juga bawa mukenah! Sementara yang non-muslim, mereka pun rajin berdoa sesuai kepercayaannya masing-masing.
Dari 3 acara mencari bakat itu, ada yang mengusik...
Bahwa manusia memang mempunyai kekurangan dan kelebihan dari dalam diri dan lingkungannya. Kekurangan dan kelebihan yang tidak bisa begitu saja mereka hindari.
Ketika salah satu bentuk kemanusiaan mereka adalah sebuah kekurangan, maka sebagai manusia berakal budi, pastilah mereka hendak menyatakan kepada khalayak bahwa mereka tetap memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan atau minimal supaya kekurangannya tidak terlalu terlihat amat.
Bagas yang tidak sempurna melihat, memiliki suara bagus dan orang tua yang mendukung. Wulan yang tanpa sengaja memiliki kakak yang berhubungan dengan hukum, mendapat kesempatan tampil dan membuktikan eksistensinya untuk membersihkan nama keluarganya. Ajeng dkk warianya, meski keberadaannya masih dilihat sebelah mata, diperlihatkan tetap mau mengingat sang penciptanya.
Lepas apakah mereka kelak bisa memanfaatkan awal yang baik ini menjadi kesempatan hidup yang tidak boleh disia-siakan, acara itu telah menjadi tempat untuk mengumpulkan kembali banyak kelebihan dari sisi seorang anak manusia.
Kelebihan yang hendak dinyatakan untuk menutupi kekurangan itu memang membutuhkan orang lain. Orang lain yang mau menampung ketika mereka susah bicara sendiri. Susah mengungkapkan bahwa mereka "ada" dan "bisa". Sebab pada dasarnya semua manusia punya hak penuh menyatakan diri seutuhnya.
Lalu, ketika semua orang ingin boleh bicara, masihkah kita mau menyediakan telinga untuk sekadar mendengarkan?
Kamis, Mei 01, 2008
It's My Life "Created of GOD" (Part 1)
Apakah kamu mau Uang 2 Milyar ditukar dengan Ibumu..?!
Atau mobil mewah keluaran paling baru ditukar dengan Ayahmu..?!
Atau segala yang kau inginkan akan diberikan, jika mau menukarnya dengan Saudara/i-mu..?!
Hmmm...
Kayaknya, tawaran itu sangat menggiurkan..
Tapi, apakah kamu rela menukar semuanya itu dengan apa yang telah Tuhan berikan untukmu..?!
Jawabanku, "TIDAK AKAN PERNAH..!!"
Apa yang telah ada saat ini, telah kusyukuri dengan sepenuh hati, terima dengan ikhlas, dan jalani dengan sukacita melimpah.
Sebab aku tahu, Tuhan telah memberikan kita seperti demikian, agar kita sadar akan kelebihan dan kekurangan kita..
Bila kita hanya diberikan suatu kelebihan, maka kita tidak bisa melihat apa saja yang menjada kelemahan kita dibanding dengan yang lain.
Oleh karena itu, Becerminlah dari dirimu sendiri.
Adakah kamu menginginkan untuk menukarkan kenikmatan duniawi yang sesaat tersebut, dengan Karya Allah..?!
Terkadang, kita sering bergumam di hadapan Allah..
"GOD, kenapa aku dilahirkan dengan keadaan seperti ini..? Kenapa aku gak dilahirkan sebagai anak Presiden? Kenapa aku harus memiliki orang tua dan keluarga yang seperti itu? Adakah ketidakadilan dalam hidup ini..?!"
Kalau dilihat dari sudut pandang manusia, hal tersebut memang tidak adil. Namun, Ia melihat bahwa semuanya itu baik adanya. Tidak mungkin Tuhan membiarkan anaknya terlantar, atau membiarkan kita hidup tanpa tujuan. Semuanya telah dipikirkan dan terjadilah seperti apa yang dihadapi saat ini. Hidup berjalan apa adanya, dan Ia tetap bersama dengan kita.
Ada kalanya kita senang, sedih, susah, gembira, tertawa, menangis, dsb.. Itu adalah gambaran kehidupan kita. Semuanya dapat kita nikmati dalam hidup ini. Kenapa kita tidak mencoba untuk hadapi hidup ini dan mensyukuri semua yang terjadi. Ada jalan Tuhan di setiap peristiwa kehidupan kita. Nafasnya mengalir dalam hidup kita, dan berkarya atas tangan-tangan kita..
___...To Be Continued___
Atau mobil mewah keluaran paling baru ditukar dengan Ayahmu..?!
Atau segala yang kau inginkan akan diberikan, jika mau menukarnya dengan Saudara/i-mu..?!
Hmmm...
Kayaknya, tawaran itu sangat menggiurkan..
Tapi, apakah kamu rela menukar semuanya itu dengan apa yang telah Tuhan berikan untukmu..?!
Jawabanku, "TIDAK AKAN PERNAH..!!"
Apa yang telah ada saat ini, telah kusyukuri dengan sepenuh hati, terima dengan ikhlas, dan jalani dengan sukacita melimpah.
Sebab aku tahu, Tuhan telah memberikan kita seperti demikian, agar kita sadar akan kelebihan dan kekurangan kita..
Bila kita hanya diberikan suatu kelebihan, maka kita tidak bisa melihat apa saja yang menjada kelemahan kita dibanding dengan yang lain.
Oleh karena itu, Becerminlah dari dirimu sendiri.
Adakah kamu menginginkan untuk menukarkan kenikmatan duniawi yang sesaat tersebut, dengan Karya Allah..?!
Terkadang, kita sering bergumam di hadapan Allah..
"GOD, kenapa aku dilahirkan dengan keadaan seperti ini..? Kenapa aku gak dilahirkan sebagai anak Presiden? Kenapa aku harus memiliki orang tua dan keluarga yang seperti itu? Adakah ketidakadilan dalam hidup ini..?!"
Kalau dilihat dari sudut pandang manusia, hal tersebut memang tidak adil. Namun, Ia melihat bahwa semuanya itu baik adanya. Tidak mungkin Tuhan membiarkan anaknya terlantar, atau membiarkan kita hidup tanpa tujuan. Semuanya telah dipikirkan dan terjadilah seperti apa yang dihadapi saat ini. Hidup berjalan apa adanya, dan Ia tetap bersama dengan kita.
Ada kalanya kita senang, sedih, susah, gembira, tertawa, menangis, dsb.. Itu adalah gambaran kehidupan kita. Semuanya dapat kita nikmati dalam hidup ini. Kenapa kita tidak mencoba untuk hadapi hidup ini dan mensyukuri semua yang terjadi. Ada jalan Tuhan di setiap peristiwa kehidupan kita. Nafasnya mengalir dalam hidup kita, dan berkarya atas tangan-tangan kita..
___...To Be Continued___
Berkorban Itu Indah

Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga dimana-mana pepohonan
tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun
hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin. " Apa Khabar daun hijau,"!! katanya.
Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. "Oo,
kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanya daun hijau. "
Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku". " Bisakah engkau
membantuku sobat?" kata ulat kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah ke
mari."
Daun hijau berpikir, Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini
untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan
belobang-lobang. tapi tak apalah. Perlahan-lahan ulat menggerakkan
tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih
kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat.
Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih
dan pengorbanan itu, ada rasa puas didalam diri daun hijau. Sekalipun
tubuhnya kini berlobang disana sini namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat
kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau
menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ketanah, disapu
orang dan dibakar.
Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban
sedikit saja bagi sesama ? Tokh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau
yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya. Yang
tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak
membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta
tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak
mengabaikan kepentingan diri sendiri.
merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
tidak mudah, tetapi indah.
Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang
namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap
hijau,
Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun hijau" , berkorban
merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia
bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia
juga melakukannya karena menyadari
bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan
kering dan jatuh. Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian
kita akan mati. itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan
baik : kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.
Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukacita
tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. mendahulukan
kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita
punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan. Jangan lupa bahwa
kita pernah menerima pengorbanan yang tiada taranyadari Yesus hingga kita bisa
diselamatkan seperti sekarang ini
Langganan:
Postingan (Atom)


