Heyy..
It's My First Posting at 2010...
Dah kangen nge-blog lagi dan update cerita2 seru..
Just want to share info..
Saat ini gw lagi sibuk nulis cerita2 yg diangkat dari pengalaman hidup yang mungkin akan diterbitkan menjadi novel..
So, tunggu aja yahh update2 selanjutnya.. ^^v
Jumat, Juni 25, 2010
Rabu, Juni 17, 2009
Pre-Order Album True Worshippers Ke-10 “GOD IS OUR VICTORY”
Jumat, Mei 01, 2009
Rabu, April 08, 2009
Next Level or Game Over..?!
Berhentilah mengejar kesempurnaan cinta, karena itu ga akan pernah ada. Ga juga dengan mati-matian mengubah dirimu jadi seseorang seperti yang dia pinta. Ga perlu pura-pura jadi orang lain, dan emang ga bakalan pernah bisa.
Mencintai dia, hari demi hari, berarti mencintai dirimu sendiri; menerima kekonyolan, “kekurangan”, serpih-serpih terdalam di dirimu, yang selama ini tersembunyi di balik topeng-topeng kecantikan atau kepribadian.
Ga siapapun, ga juga kamu, yang bisa tau segalanya tentang dirimu sendiri. Dan emang itu ga perlu! Yang penting, dalam setiap momen yang ada, kamu mengekspresikan, memproyeksikan apa yang kamu rasakan. Biar semua keluar, seperti debu yang memutar ke langit, diangkat angin puting beliung.
Marah, kecewa, menangis, berteriak, “Udah, kita putus. Capek gue!”, atau apapun, ga ada yang haram dilakukan. Itu ga masalah. Yang penting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, reunite, re-connected, dan setiap itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, seperti main PS, bukannya malah memulainya dari awal lagi. Itu sih namanya game over!
Tak perlu bersumpah bahwa kamu ga akan pernah marah lagi sama dia. Itu cuma akan menambah koleksi sumpah yang kamu langgar. Pergulatan hidup bakal sering berakhir dengan air mata. Masa depan yang tak pernah pasti, bakal menyebabkan stress, membuatmu terjebak dalam malam-malam panjang tanpa bisa memejamkan mata.
Tapi usai pertengkaran itu, dinginnya kesendirianan perlahan akan mengingatkanmu, betapa dia sungguh berharga, betapa dia sudah menjadi bagian terdalam dari dirimu, yang harus kau terima, seperti kamu menerima ketidaksempurnaanmu sendiri.
Jadi pilih mana, next level atau game over...?!
Mencintai dia, hari demi hari, berarti mencintai dirimu sendiri; menerima kekonyolan, “kekurangan”, serpih-serpih terdalam di dirimu, yang selama ini tersembunyi di balik topeng-topeng kecantikan atau kepribadian.
Ga siapapun, ga juga kamu, yang bisa tau segalanya tentang dirimu sendiri. Dan emang itu ga perlu! Yang penting, dalam setiap momen yang ada, kamu mengekspresikan, memproyeksikan apa yang kamu rasakan. Biar semua keluar, seperti debu yang memutar ke langit, diangkat angin puting beliung.
Marah, kecewa, menangis, berteriak, “Udah, kita putus. Capek gue!”, atau apapun, ga ada yang haram dilakukan. Itu ga masalah. Yang penting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, reunite, re-connected, dan setiap itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, seperti main PS, bukannya malah memulainya dari awal lagi. Itu sih namanya game over!
Tak perlu bersumpah bahwa kamu ga akan pernah marah lagi sama dia. Itu cuma akan menambah koleksi sumpah yang kamu langgar. Pergulatan hidup bakal sering berakhir dengan air mata. Masa depan yang tak pernah pasti, bakal menyebabkan stress, membuatmu terjebak dalam malam-malam panjang tanpa bisa memejamkan mata.
Tapi usai pertengkaran itu, dinginnya kesendirianan perlahan akan mengingatkanmu, betapa dia sungguh berharga, betapa dia sudah menjadi bagian terdalam dari dirimu, yang harus kau terima, seperti kamu menerima ketidaksempurnaanmu sendiri.
Jadi pilih mana, next level atau game over...?!
Jumat, Maret 27, 2009
Kisah Terakhir...
Ada yang lebih penting daripada hanya membicarakan cinta yang bodoh..
Ada yang lebih penting daripada hanya memikirkan seseorang yang tak pernah ada..
Ada yang lebih penting daripada hanya memandang sekitar dan mendambakan mereka yang tidak seharusnya kita inginkan..
Ya, lebih baik diam dan merenung..
Duduk tenang dengan iringan musik dan suara alam yang menenangkan..
Dalam heheningan, pikirkan kebali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan selama ini..
Sudah benarkah yang kita lakukan?
Sudah layakkah kita menerima apa yang ada pada kita saat ini?
Bagaimana kehidupan kita di masa lalu?
Terkadang, kita lebih mementingkan diri kita sendiri dibandingkan dengan menolong orang lain yang lebih membutuhkan pertolongan kita.
Kita lebih sibuk dengan urusan duniawi dibandingkan dengan melayani Tuhan lewat sesama kita.
Banyak dari pengalaman hidup kita, sering menjadi cerminan kita untuk berbuat lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Namun permasalahannya bukan kitanya yang tidak mau, tetapi diri kita sendiri "menolak" untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik itu.
Kemarin, hari ini, dan besok, mungkin akan sama dengan hari-hari yang lain.
Akan bertemu dengan orang-orang yang kita harapkan untuk kita temui.
Akan ada kesan yang serupa dengan hari-hari sebelumnya.
Akan ada kisah-kisah yang membahagiakan dan menyedihkan.
Pertanyaannya, bagaimana kita membuat semuanya menjadi indah, bahagia, dan wonderful??
Jawabannya, gak ada yang seperti itu..
Ukuran kebahagiaan, keindahan, dan wonderful manusia berbeda dengan ukuran Tuhan..
Ketika Tuhan berjanji untuk membuat segala sesuatu indah pada waktunya, maka itulah waktu Tuhan.
Kita tidak akan pernah tahu, kapan waktu yang terindah yang Tuhan sediakan untuk kita.
Namun kita percaya, bahwa segala sesuatu adalah indah.. Waktu Tuhan adalah indah..
Indah saat dia membentuk kita, indah saat dia menghembuskan nafasnya bagi kita, indah saat ia menciptakan kita..
How wonderful are you...
Tak terbayangkan, bahwa kita dicptakan menurut gambar dan rupa-Nya..
Bagaimana jika kita diciptakan sesuai gambar dan rupa serigala, atau kucing, atau apalahh...
Untuk itulah kita perlu bersyukur dengan apa yang sudah ada pada kita sekarang..
Dengan keadaan yang sempurna, seperti pada manusia pada umumnya..
2 mata untuk melihat sekeliling kita..
2 telinga untuk mendengarkan tangis dan tawa dunia.
1 mulut untuk memberikan advice kepada orang..
Dengan demikian, kita diajarkan untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara..
Dalam arti, kita harus menjaga setiap perkataan kita. Jangan sampai perkataan kita membuat orang lain terluka..
Sebuah kisah, pasti ada akhirnya..
Dan kita sudah bisa menebak akhir dari kisah tersebut..
Hanya ada 2 pilihan, happy or sad ending..
Kitalah yang menentukan sendiri akhir dari perjalanan kehidupan kita sendiri..
Kebahagiaan ataukah kesedihan??
Bagaimana dengan kisahmu???
Ada yang lebih penting daripada hanya memikirkan seseorang yang tak pernah ada..
Ada yang lebih penting daripada hanya memandang sekitar dan mendambakan mereka yang tidak seharusnya kita inginkan..
Ya, lebih baik diam dan merenung..
Duduk tenang dengan iringan musik dan suara alam yang menenangkan..
Dalam heheningan, pikirkan kebali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan selama ini..
Sudah benarkah yang kita lakukan?
Sudah layakkah kita menerima apa yang ada pada kita saat ini?
Bagaimana kehidupan kita di masa lalu?
Terkadang, kita lebih mementingkan diri kita sendiri dibandingkan dengan menolong orang lain yang lebih membutuhkan pertolongan kita.
Kita lebih sibuk dengan urusan duniawi dibandingkan dengan melayani Tuhan lewat sesama kita.
Banyak dari pengalaman hidup kita, sering menjadi cerminan kita untuk berbuat lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Namun permasalahannya bukan kitanya yang tidak mau, tetapi diri kita sendiri "menolak" untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik itu.
Kemarin, hari ini, dan besok, mungkin akan sama dengan hari-hari yang lain.
Akan bertemu dengan orang-orang yang kita harapkan untuk kita temui.
Akan ada kesan yang serupa dengan hari-hari sebelumnya.
Akan ada kisah-kisah yang membahagiakan dan menyedihkan.
Pertanyaannya, bagaimana kita membuat semuanya menjadi indah, bahagia, dan wonderful??
Jawabannya, gak ada yang seperti itu..
Ukuran kebahagiaan, keindahan, dan wonderful manusia berbeda dengan ukuran Tuhan..
Ketika Tuhan berjanji untuk membuat segala sesuatu indah pada waktunya, maka itulah waktu Tuhan.
Kita tidak akan pernah tahu, kapan waktu yang terindah yang Tuhan sediakan untuk kita.
Namun kita percaya, bahwa segala sesuatu adalah indah.. Waktu Tuhan adalah indah..
Indah saat dia membentuk kita, indah saat dia menghembuskan nafasnya bagi kita, indah saat ia menciptakan kita..
How wonderful are you...
Tak terbayangkan, bahwa kita dicptakan menurut gambar dan rupa-Nya..
Bagaimana jika kita diciptakan sesuai gambar dan rupa serigala, atau kucing, atau apalahh...
Untuk itulah kita perlu bersyukur dengan apa yang sudah ada pada kita sekarang..
Dengan keadaan yang sempurna, seperti pada manusia pada umumnya..
2 mata untuk melihat sekeliling kita..
2 telinga untuk mendengarkan tangis dan tawa dunia.
1 mulut untuk memberikan advice kepada orang..
Dengan demikian, kita diajarkan untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara..
Dalam arti, kita harus menjaga setiap perkataan kita. Jangan sampai perkataan kita membuat orang lain terluka..
Sebuah kisah, pasti ada akhirnya..
Dan kita sudah bisa menebak akhir dari kisah tersebut..
Hanya ada 2 pilihan, happy or sad ending..
Kitalah yang menentukan sendiri akhir dari perjalanan kehidupan kita sendiri..
Kebahagiaan ataukah kesedihan??
Bagaimana dengan kisahmu???
Kamis, Maret 19, 2009
Awesome Day...

Hari ini..
Kamis, 19 Maret 2009..
Hari yang tak bisa dilupakan..
Hari yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata..
Entah mengapa, kebahagiaan ini terpacar begitu dahsyat..
Tak ada yang bisa mengalahkan kegembiraan hari ini..
Pagi ini, bukan pagi biasa..
Jam di weker masih menunjukkan 7.46..
Terbangun dari tidur karena dering HP dari Duta..
Ya, Duta..
Orang yang memberikan gw kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang ...
Ga tau harus disebut apa..
Anugerah..
Berkat..
ato apa..??
Bukan suatu kebetulan kalo hari ini adalah Off Class..
Jadi gw bisa menjalankan tugas yang sudah dibebankan ke gw..
Kembali...
Duta menelpon gw pagi ini, hanya untuk menanyakan persiapan yg udah gw lakuin untuk menjemput tamu..
"Siap.. Jam 11an gw jalan koq," gw menjawab pembicaraan Duta..
"OK dee.. Kalo bisa jangan telat yaa.. Pesawatnya landing jam 13.30," Duta ingetin gw..
blaa blaa bla...
Waktu berlalu..
Waktu sudah menunjukkan 11.28.. Mampus gw..
Gw blom mandi niii... Waduhhh...
Jam 12.04 gw udah siap..
Siap untuk jalan..
Jalan ke tempat makan..
Ya..
Hari ini belum ada sesuap nasipun yang masuk ke lambung saya..
Gw masuk ke salah satu tempat makan deket kampus..
12.35.. Waduhhh.. Sempet gak yaa...?? Mana susah lagi dapet taxinya... T_T..
Percaya..
Ada jalan terbaik yang pasti sudah disiapkan bagi gw..
"Siang pak. Terminal Internasional yaa.." gw memberikan petujuk ke sopir taxi..
taxi melaju dengan cepat.. sekalan yang dinaiki adalah jet coaster..
13.30..
Waktu yang tepat..
Tiba di bandara dengan penuh kebingungan..
"Waduhh.. Pesawat yang dari Abu Dhabi di terminal brapa ya?" gw nanya dalam hati..
Lihat informasi... EY 472 Abu Dhabi Landed 2E..
Gw berjalan menuju gate yang ditunjuk..
Setiba disana..
Banyak penumpang lain yang juga baru tiba..
Gw keluarin papan yang bertuliskan Mr. Dick Janssen..
Berharap akan ada orang yang akan datang menghampiri gw..
13.40..
13.55..
14.10..
Setiap menit, sangat berarti untuk meyambut kedatangan tamu gw..
Koq belom keluar juga ya..??
Duta menelpon..
"Gimana gen, dah ketemu blom?"
"Belom nii," gw jawab.
"waduh.. gimana yaa.. HPnya juga gak aktif soalnya."
"yaudah d. gpp.. gw tunggu aja."
14.25..
Ditelpon lagi..
"Gen, HPnya blom aktif juga nii.. apa jangan2 abis batre yaa?" suara dari ujung yang lain terdengar..
"hmmm..
yaudah gpp..
kalopun gak ketemu, tar coba ke informasi."
Tiba-tiba, pandangan tertuju kepada seseorang..
"Dut, dia pake topi coklat, ama baju coklat yaa..?"
"Hmm.. kyknya si iya.."
"bawa backpack, ama travel bag"
"wahh.. kyknya beneran dia dehh. Coba u samperin"
"ok ok.."
"tetep online aja yaa"
"Umm.. Sorry..
Are u, Mr Dick.." gw bertanya..
"Reagen? Oh. Yess..."
"Im sorry sir, i wait u in the other gate.."
"No Problem.. Sorry too. I'm late.. I waiting my baggage for 1 hour. huhhh..."
...
Pebicaraan berlanjut ke t4 makan..
Sambil menunggu penerbangan selanjutnya ke Manado, gw dan Mr. Dick duduk makan di McD.
Sambil makan, kita sharing dan ngobrol anything..
Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan 4 pm..
"Ok.. I think, we must go to terminal 1 now.. I want to check in my ticket and enter my baggage.." Mr. Dick meminta..
"Ok.. It's up to u.."
Sebelum beranjak, dia mengeluarkan pecahan 50rb dan membrikan ke gw 7 lembar..
"It's enough?"
"Oh yes sir.. Enough" gw berkata dengan perasaan di hati..
Dibukanya backpacknya, dan sebongkah coklat keluar dari tasnya..
"Here this.. The Dark Choco from Brussel"
"Ohh.. Thank you soo much sir.."
Perjalanan dilanjutkan ke Terminal 1A, Lion Air..
waktu masih menunjukkan 4.26 pm..
Tapi Mr. Dick udah harus masuk dan gw harus balik..
Walaupun dia harus menunggu sendirian di dalam..
Hikzz.. Sedih sii..
Tapi, apa mau dikata..
Memang udah harus berpisah..
Dia harus melanjutkan perjalanan ke Manado, sedangkan gw harus stay di Jakarta untuk tetap study..
Gpp.. Pasti ada waktu lagi untuk ketemu Mr. Dick..
Pertemuan beberapa jam itu sangat membekas..
Banyak hal yang gw gw belajar dari dia..
"Life just Once.. So, do anything before u die."
Itu yang paling gw inget..
Yahhh...
That's my Experience today...
Thankz Mr. Dick..
Thankz for everything..
I can't forget u..
See u soon @ Manado, Jakarta, another cities / countries or Rotterdam..
I wish...
Have a nice long holiday @ Manado..
Don't forget me yaa... ^_^
GBU
Langganan:
Postingan (Atom)



Klik gambar untuk melihata dalam ukuran besar..


