Selasa, Desember 16, 2008


Temen - temen yang bisa buka blog ini, tolong bantu doa untuk pelayanan gw yaaa...
Thx n' GBU.. ^_^

Selasa, November 25, 2008

Berkat Yang Tersamar

Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita
bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama
ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih
terjadi pada kita? Ada peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit
dimengerti pada saat kita mengalaminya.
Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa DIA tidak akan memberikan yang
buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).

Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa sebenarnya di
balik "kemalangan" itu ada berkat yang tersamar, yang belum kita sadari pada
saat itu.

Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman baik.
Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, "Ini bagus!" atas semua situasi dalam
hidupnya, positif maupun negatif. Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi
berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja.
Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata
tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu
meletus dan mengenai jempolnya. Seperti biasa Sang Teman berkomentar, " Ini
bagus!", yang oleh raja dijawab, "Tidak, ini tidak bagus!" dan raja tersebut
menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya.
Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka.
Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya.
Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang
Raja tidak mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah
makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu. Dalam perjalanan
pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan
jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja
langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. "Kamu benar, "
katanya, "baguslah bahwa aku kehilangan jempolku." Dan ia menceritakan kejadian
yang baru dialaminya kepada temannya itu. "Saya menyesal telah menjebloskan kamu
ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu." "Tidak," kata
temannya,"Ini bagus!". "Apa maksudmu, 'Ini bagus!'? Bagaimana bisa bagus, aku
telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun." Temannya itu menjawab, "Kalau
kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu."


-----------------
Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal yang
menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan temannya tidak
menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya. Demikian pula dalam hidup
kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, mata pencaharian
bahkan orang yang kita kasihi. Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah,
bahkan menggugat TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan
batin yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak menyenangkan
ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh dari TUHAN.
Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang secara positif
menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari
nanti kita akan menyadari adanya berkat-berkat yang tersamar dalam setiap
peristiwa yang kita alami.

Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata "YA" terhadap
setiap peristiwa dalam hidup kita. "YA" berarti menerima tanpa syarat segala
sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan
dapat "melihat" berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di
kehidupan kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak
terselami oleh keterbatasan akal kita..

Minggu, Oktober 26, 2008

Perbuatan Baik Yang Tidak Pernah Putus

Pada Suatu hari tampak seorang Pria sedang menelusuri sebuah jalan ditempat tinggalnya, dari balik kacamatanya Pria tersebut merasa ada yang telah mencuri penglihatannya saat itu, sudut mata itu terusik pada seseorang diseberang jalan, tampak seseorang itu sedang mengacungkan jempolnya disisi jalan, tampak jelas jempol tersebut tertuju kepada semua kendaraan di sekitar yang melintas, dengan harapan mendapatkan tumpangan untuk meneruskan perjalanan, namun dari balik kacamatanya pula Pria tersebut tidak melihat ada satupun kendaraan yang sudi menghentikan kendaraannya dan sekedar memberinya tumpangan, dengan sisa wajah yang letih seseorang tersebut melangkahkan kakinya kearah trotoar yang mungkin untuk mengistirahatkan diri, yang entah sudah berapa lama berada di sisi jalan itu, dengan yakin Pria tersebut lalu menepikan kendaraannya untuk menghampiri seseorang tersebut, setelah didekati ternyata orang yang terduduk di trotoar tersebut adalah seorang wanita, dengan wajah penuh keriput serta tongkat yang selalu setia berada disebelahnya seketika berubah ceria dan berusaha tersenyum dengan sisa tenaganya.

Setelah menepikan kendaraannya Pria tersebut bertanya

-PRIA-
"Nek, apa yang sedang Nenek lakukan disini, saat ini ?"


Lalu Nenek itu menjawab dengan lirih bahwa dia tersasar ke daerah ini dan bingung jalan pulang kerumah karena pada saat yang bersamaan tas nya kecurian ketika sedang jalan di suatu daerah.
Lalu dengan sopan Pria tersebut menawarkan diri untuk memberinya tumpangan sampai ketempat tujuan, didalam kendaraan tersebut si Nenek menanyakan nama Pria tersebut, [/right]

-NENEK-
"Nak, kalau boleh Nenek tahu, siapakah namamu ?"

-PRIA-
"Oh saya Dwight Nek"

-NENEK-
"Terima kasih ya Nak, kamu sungguh Baik sekali"

sekali lg ujar sang Nenek dalam ungkapan rasa terimakasihnya saat ini.

-PRIA-
"Oh tak apa Nek, saya sadar saya lahir dari rahim seorang Ibu yang notabene adalah seorang wanita, jadi ketika saya melihat Nenek saat itu yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan, hati saya merasa tergerak dan merasa bahwa saat itu adalah Ibu saya yang sedang berdiri disitu, jadi saya benar-benar ikhlas untuk membantu Nenek"

lalu tanpa sadar Pria tersebut meneteskan air mata, ingat akan Orang Tuanya yang membuatnya selalu rindu untuk selalu berada ditengah-tengah kehangatan mereka.

-NENEK-
"Sekali lagi terima kasih banyak ya Nak..."

lalu Nenek tersebut menyunggingkan senyum haru mendengar jawaban dari Pria tersebut.

Setelah berapa saat akhirnya kendaraan yang mereka naiki telah sampai disebuah daerah dimana Nenek tersebut meminta berhenti dan Berbicara kepada Pria tersebut untuk menurunkannya disini.

-PRIA-
"Dimana Nek rumahnya ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, Nenek turun disini saja"

-PRIA-
"tapi Nek alangkah baiknya, jika saya mengantarkan Nenek hingga kerumah ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, rumah Nenek sudah dekat sekali dari sini, cukup biar Nenek meneruskannya dengan berjalan hingga kedepan rumah Nenek"

dengan sangat terpaksa akhirnya Pria tersebut menepikan kendaraan dan mengabulkan permintaan Nenek tersebut untuk turun disini.

-NENEK-
"Tapi Nak sebelumnya, bagai mana Nenek membalas kebaikan yang engkau lakukan sekarang ?"

-PRIA-
"Oh..Jangan Nek, seperti tadi telah saya katakan, bahwa saya ikhlas untuk membantu Nenek yang benar-benar butuh pertolongan"

-NENEK-
"Tapi Nak...."

-PRIA-
"Baiklah, jika Nenek ingin begitu, permintaan saya cuma satu Nek...", "Apa itu Nak ?", "Saya hanya ingin Nenek melakukan hal yang sama denga saya, Nenek bantulah orang yang benar-benar butuh bantuan ketika Nenek tahu bahwa orang tersebut butuh pertolongan kita..."

lalu Nenek tersebut tersenyum dengan bahagianya mendengar kata-kata Pria tersebut dan mengangguk sebagai tanda setuju.

Suatu hari disebuah tempat makan, Tampak seorang pelayan wanita yang sedang hamil melangkah sambil membawa daftar menu di tangan kanan serta alat tulis untuk mencatat order di tangan kiri terlihat sibuk melayani tamu-tamu yang akan memesan makanan.

-PELAYAN-
"Silahkan, ini menunya..."

setelah menyodorkan menu tersbut pelayan tersebut berdiri disisi pelanggannya, tampak wanita tersebut sibuk mencatat makanan apa yang dipesan oleh tamunya itu, setelah tamu selesai mengorder makanan apa yang akan dipesannya, pelayan tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyampaikan orderan yang tadi dipesan oleh tamu tersebut. Sepuluh menit kemudian pesanan tamu tersebut telah selesai dan langsung dibawanya menuju meja untuk kemudian disajikan kepada pelanggan tersebut dan tidak lupa untuk selau tersenyum kepada setiap tamu rumah makan itu lalu melangkah untuk kembali mencatat order menu dari tamu-tamu yang lainnya dan terus seperti itu hingga tamu yang pertama tadi dia layani memanggilnya dan menghitung semua makanan yang telah dia pesan.

-PELAYAN-
"silahkan Nek, ini bill-nya...hmmmm...kalau boleh tahu, kenapa Nenek hanya makan sendirian disini ?, kemanakah keluarga Nenek yang lain...?"

tanpa berkata-kata, Nenek tersebut hanya menyunggingkan senyum sambil memasukan beberapa lembar uang kertas untuk membayar bill pesanannya. Lalu pelayan tersebut melangkah menuju kasir untuk menyetorkan bill pembayaran dari tamu tersebut, setelah selesai pelayan tersebut kembali menuju meja dimana tamu tersebut duduk untuk menyerahkan kembalian dari pembayaran bill makanan tadi, namun alangkah terkejutnya ketika didapati tamu tersebut telah tidak ada di tempat dan hanya menemukan secarik kertas dan sebuah amplop putih dibawahnya, masih dalam keterkejutannya pelayan tersebut membaca isi yang tertera disecarik kertas tersebut,

- Nak, sebelumnya Nenek minta maaf karena telah meninggalkan meja ini tanpa sepengetahuanmu, maaf jika isi secarik kertas ini juga telah membuatmu terkejut, sebelumnya Nenek berada dalam posisi yang mungkin akan sangat panjang jika diceritakan serta di tulis disini, namun Nenek ingat pesan seoran Pria yang telah menolong Nenek pada waktu, yang tidak mungkin juga Nenek menceritakannya disini, namun disini Nenek hanya ingin membantumu, karena hati kecil Nenek berkata bahwa kamu sedang ada pikiran, maka dari itu Nenek meninggalkan amplop putih yang berada di bawah secarik kertas ini untuk membantumu, semoga apa yang Nenek berikan ini dapat berguna bagi persalinan anak kamu kelak-

Tangan pelayan itu gemetar setelah membaca surat tersbut lalu dengan sangat hati-hati tangannya mengangkat amplop putih yang tadi berada dibawah secarik kertas tersebut, lalu di buka nya perlahan dan alangkah terkejutnya lagi pelayan tersebut setelah melihat isi dari amplop putih tersebut adalah selembar cek lengkap dengan nominal yang cukup besar untuk sebuah pemberian cuma-cuma, namun ini adalah sebuah anugrah yang datang kepadanya melalui seorang Nenek dari Tuhan YME hingga tanpa sadar air matanya jatuh mambasahi secarik kertas yang masih dipegangnya.

Malamnya, pelayan tersebut memeluk erat-erat suami yang sedang tidur disebelah dirinya itu lalu memberikan sebuah kecupan hangat dikening sambil membisikan kata-kata ditelinga

-ISTRI-
"Sayang, qmuh nggak usah terlalu khawatir akan persalinan anak kita kelak, Tuhan memberikan Rezeki yang tidak terduga buat kita dan anak kita"

dan tanpa sadar air mata jatuh kembali hingga ke wajah suaminya itu lalu kembali memeluknya erat-erat, sambil membisikan kata-kata.....
"I LOVE YOU DWIGHT"...


-Beberapa yang mungkin kita bisa petik, bahwa kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan di dunia ini agar selalu saling bantu dan berbuat baik yang tidak pernah terputus terhadap sesama.... -

Masing-masing manusia memiliki masalahnya sendiri, cuma bagaimana kita sebagai manusia sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tetap berdampingan dalam menempuh hidup, alangkah bahagianya ketika kita keluar dari masalahnya dan tetap dalam kebersamaan

Kamis, Oktober 16, 2008

Berikan Aku Ayah..


Secarik kertas koran terbang dikipas angin dan tersangkut pada tiang listrik.
Dari kejauhan bisa aku baca judul besar yang tertulis dengan warna merah pada
halaman kertas itu yang mengingatkan saya akan natal yang kini tiba. Malam nanti
adalah "Malam Kudus, Malam Damai". Dan setiap hati pasti mengimpikan agar di
malam ini mereka bisa menemukan setitik kesegaran, menemukan secercah kedamaian
yang dibawa oleh Allah yang menjelma.

Judul di kertas koran itu tertulis dalam Karakter khusus bahasa Cina; "Selamat
Hari Natal: Semoga Harapan Anda Menjadi Kenyataan." Karena tertarik dengan judul
tersebut, saya memungut kertas koran yang sudah tercabik dan kotor itu dan
membacanya. Ternyata ini merupakan halaman khusus yang sengaja disiapkan bagi
siapa saja agar menuliskan impian dan harapannya. Koran ini seakan berperan
sebagai agen yang meneruskan harapan mereka agar kalau boleh bisa didengarkan
oleh Santa Klaus atau oleh Allah sendiri. Ada kurang lebih tiga puluh harapan
yang dimuat di halaman koran hari ini. Namun saya tertarik dengan harapan yang
ditulis oleh seorang gadis kelas tiga SMP:

"Tuhan...apakah Engkau sungguh ada? Aku tak pernah tahu tentang Engkau. Aku tak
pernah melihat diriMu. Namun banyak orang mengatakan bahwa malam ini Engkau yang
jauh di atas sana akan menjelma menjadi seorang manusia sama seperti diriku dan
mendengarkan setiap harapan yang ada di dasar setiap hati. Tuhan kalau Engkau
sungguh ada dan malam ini mengetuk hatiku, aku akan mengatakan kepadaMu bahwa
aku butuh seorang ayah. Berikanlah aku seorang ayah. Aku tahu bahwa harapanku
ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sejak kecil aku secara terus-menerus
merindukan hal ini."

"Kata ibuku di rumahku ada seorang ayah. Aku tahu bahwa di rumahku, di samping
ibuku masih ada seorang lelaki yang hidup bersama kami. Dan kata ibu dia inilah
yang seharusnya aku panggil ayah. Namun aku tak pernah merasakan cinta seorang
ayah. Setiap hari kami tak pernah mengucapkan lebih dari tiga kalimat. Ketika
kami saling berpapasan, yang aku rasakan cumalah kebencian yang terpancar dari
sudut kedua matanya."

"Benar bahwa ia membayar uang sekolahku. Ia juga membiayai kebutuhan hidupku.
Tapi... sebatas itukah yang disebut kasih sayang seorang bapa? Dia tak lebih
dari pada seseorang yang harus memenuhi sebuah tuntutan hukum untuk mendampingi
diriku, tetapi ia bukanlah ayahku. Setiap ongkos yang keluar untuk membayar uang
sekolahku harus aku bayar dengan derai air mata dan isakan tangis, harus aku
bayar dengan mata yang membengkak. Inikah kasih sayang seorang bapa?¡¨

"Tuhan...apakah Engkau mendengarkan diriku? Malam ini ketika Engkau menjelma
menjadi seseorang seperti diriku dan menjenguk bathinku, hanya satu hal yang aku
harapkan. Berikanlah aku seorang bapa. Seorang bapa yang mencintaiku, seorang
bapa yang bisa menasihati aku tetapi mencaci diriku."

Setelah membaca tulisan ini aku bisa merasakan kepedihan yang bercokol dalam
diri si gadis ini. Aku pernah menjadi seorang anak tiri, anak yang kehilangan
seorang bapa ketika masih berumur dua tahun. Dan betapa dalam dan besarnya
kerinduanku untuk bisa merasakan kasih sayang seorang bapa. Ketika berumur
sembilan tahun aku akhirnya boleh memperoleh seorang ayah lagi.

Namun temanku, aku yakin anda pernah membaca kisah hidup anak tiri. Aku tak
hanya membaca, namun dengan hidupku sendiri aku mengalaminya. Ternyata
kerinduanku untuk menyapa seseorang sebagai bapa hanya bisa bertahan dalam
mimpi. Itulah nasib menjadi seorang anak tiri. Namun waktu terus bergulir. Bapa
tiriku kini telah ubanan. Kalau dulu aku bermimpi untuk dicintai oleh seseorang
yang boleh aku panggil sebagai bapa, walau mimpiku ini tak pernah menjadi
kenyataan, namun kini aku hanya bisa berjuang untuk mencintai seseorang dengan
harapan bahwa ia boleh menyapa aku sebagai anaknya. Yang ada di dasar bathinku
bukanlah rasa marah dan dendam. Tapi belas kasihan. Dan ini hanya menjadi
mungkin karena aku telah mengalami cinta seorang Bapa yang dibawa oleh seorang
bayi mungil di kandang hina. Yesus yang lahir dalam dingin telah mengatakan
kepadaku bahwa ada seorang Bapa yang selalu dan senantiasa mencintaiku. Aku tak
perlu lagi mencari dan bermimpi. Kini adalah giliranku untuk membalas cinta
tersebut dengan mencintai orang lain, dan...terutama mencintai ayah tiriku.

Rabu, Oktober 15, 2008

Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi

[P.U.S.H. = Pray Until Something Happens!!]

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi
terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada
pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebua batu
besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu
dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari.
Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya
sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh
kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan
cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia. Ketika laki-laki
itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan
pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak
bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa
memindahkannnya." Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat
tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu
putus asa dan patah semangat. "Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?"
pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan
cukup baik."
Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan
membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan. "Tuhan," katanya "Aku telah
bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan
apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu
itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?' Tuhan mendengarnya
dengan penuh perhatian,"Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau
menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh
kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata
bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang
padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah
benar?
Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat,
tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan
kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi
sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah
menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini
yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."
Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran
kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah
hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....
Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan
selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu
kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan....
lakukan P.U.S.H.
Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar....
lakukan P.U.S.H.
P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)

Kamis, Oktober 09, 2008

Impian Seorang Mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang
kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri
dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,
memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh.
Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu
saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa
seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di
sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian
pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah
memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya
sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju
kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera
akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan
bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi
pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi
bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka
berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia
pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan
malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang
diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia
mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu
pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada
mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak
minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya
kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena
berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan
humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu
kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan
di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu
berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun
penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua
puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat
tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan
puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu
keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam
perubahan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak
menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak
kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan
penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose".
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya
dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa
tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.
Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai
penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan
teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah
pilihan.

* * *
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat
untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
(Doa Inggris Kuno)

Rabu, Oktober 08, 2008

Cintai Hidup Anda

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu
mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil
berkata: " Ini pakaian dalam yang sangat spesial." Kubuka bungkusan itu, dan
kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera,
disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan
kode-kode penjualannya yang rumit. "

Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya
ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa. Yah, rasanya
inilah hari yangistimewa itu," kata kakak iparku lemah. Ia mengambil pakaian
dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di atas tempat tidur, bersama dengan
pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka. Ia memegang
pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut
keras-keras sambil berkata keras padaku: "Jangan pernah menyimpan sesuatu yang
istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istiewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari
sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati
hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus
memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota
Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum
sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku. Aku juga
memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut
sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan
sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah
mengubah hidupku.

Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.
Aku lalu memandang keluar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah,
tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal
pergi beberapa hari. Sesampai di rumahku sendiri,aku lalu menyempatkan diri
untuk lebih banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung
mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya
dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan
serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih
teliti dan mensyukurinya. Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan
chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari,
tanpa menunggu ada pesta, ada tamu arau lainnya.

Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami
mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan. Saya pergi ke pasar memakai
pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa
sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya
kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi
tidak pelit terhadap diriku sendiri. Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi
ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan
teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama.

Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-ukan padahal saya tidak memiliki
waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan
dengan teman-teman baik saya, meskipun saya sangat ingin berjumpa dengan mereka.
Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima.
Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri
dan anak-anakku, betapa saya menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan
untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan,
kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa. Dan setiap pagi,
begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu
adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah
benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.

Minggu, Oktober 05, 2008

Inikah Yang Namanya COWOK..?! (copy from email)

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper...

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...


kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody's perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal


kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...


kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun...


kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari
atas ke
bawah, liat dulu dong bentuknya)...


kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...


kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...


kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...


kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...


kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas...bikin lemas...
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...


kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...


kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?


Kalo cowok ganteng baca e-mail ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu
berkata 'life is beautifull'


kalo cowok jelek baca e-mail ini,
Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak
sekeras-kerasnya
'HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!

Sabtu, Oktober 04, 2008

My MOM, My ANGEL...

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya
kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan
mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil
dan lemah"?

Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan
menjaga dan mengasihimu."

"Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi
dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu
akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika
saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang
pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan
mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

"Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi
saya ?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat
mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."

"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan
mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku
akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar,
dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah
Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?

"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Jumat, September 05, 2008

Rumah Tua

Berempat kami memasuki rumah ini. Suara daun pintu yang berkeriut saat dibuka, membuat hatiku terasa miris. Sudah berapa lama aku tidak datang kemari? Langit-langit di dalam yang kini nampak terkulai, jatuh dari tempatnya dulu akibat keropos terkikis oleh air hujan yang merembes masuk dari genting yang bocor. Tembok-temboknya menguning dan terkelupas sehingga sebagian menampakkan batu bata yang telah menghitam. Sarang laba-laba nampak dimana-mana, memenuhi seluruh ruangan yang kusam dan lama tak terawat. Perabotan yang telah lama ditinggalkan oleh penghuninya kini nampak tergolek sendirian dipenuhi debu dan bekas-bekas tetesan air yang membentuk lingkaran-lingkaran tak teratur. Lantainya terasa dingin dan dipenuhi oleh kotoran tikus serta aneka lembaran koran dan majalah yang bergelimpangan seakan tak berdaya menghadapi gerusan waktu.

Berempat kami memasuki rumah ini sambil mengenang mereka yang pernah memenuhi rumah ini dengan canda tawa dan kesusahan hidupnya. Inilah sebuah tempat yang telah ditinggalkan. Inilah sebuah hunian yang telah dilupakan. Aku mengenang opa oma yang dulu tinggal di sini. Sekarang mereka berdua telah pergi meninggalkan kehidupan ini. Masih terkenang aku, saat mereka masih bersama kami, mereka biasa berjalan berdua, sambil berpegangan tangan datang ke acara pertemuan yang diadakan setiap rabu malam. Tetapi itu telah berlalu hampir dua tahun lalu. Waktu mengalir dan ingatan meredup bersamanya. Maka minggu siang kemarin, saat seorang anak dan menantunya datang untuk menjenguk rumah ini dan memanggilku menemani mereka, aku kembali memasuki rumah yang kini nampak kesepian dan tak terawat. Kehidupan telah meninggalkannya. Rumah hanya sebentuk bangunan, yang tanpa kehidupan di dalamnya, akan kehilangan artinya sama sekali. Tertinggal menjadi sebuah bentuk bisu dan sunyi, yang perlahan akan hancur bersama waktu.

Maka apakah artinya segala macam materi yang saat ini sedang kita kejar? Apakah artinya segala macam kedudukan, ketenaran, kekayaan, kekuasaan dan kekuatan yang saat ini sedang kita pupuk bahkan jika perlu dengan mengurbankan segala hari dan kesempatan bagi kita untuk menikmati kesegaran dunia? Apakah artinya semua itu? Suatu saat kelak, dan itu pasti, segala apa yang pernah kita miliki, pada akhirnya akan teronggok tak berdaya dalam diam saat kita tidak lagi bersamanya. Materi itu akan menjadi tua, lapuk dan bahkan kehilangan kegunaannya sama sekali. Materi yang dulu dengan segala daya upaya dan pengurbanan kita kejar untuk dikuasai. Untuk dimiliki. Pernahkah dia mengenang kita? Dapatkah dia bersama kita selamanya?

Hidup itu singkat. Ya, hidup itu singkat di dunia ini. Dan dalam sepotong waktu kehidupan kita di dalam perjalanan sejarah yang teramat panjang ini, seharusnya kita menyadari bahwa keberadaan kita di dunia ini bukan sekedar untuk memiliki sesuatu. Sesuatu yang akan lapuk. Sesuatu yang akan runtuh tak berdaya. Kita ada dan hidup juga untuk berbuat, untuk dimiliki. Ya, kehidupan kita yang singkat ini tak seharusnya mengacu pada hasrat akan kebendaan melulu. Karena kebendaan memang bisa menjadi milik kita, tetapi kita adalah milik dunia saat ini, dan milik Sang Pencipta sepanjang saat. Awal dan akhir bagi kita di sini, di dunia ini, bukanlah awal dan akhir bagi kita sendiri. Kita hidup dalam keabadian jiwa yang ditiupkan oleh Tuhan, sementara jasad kita hanya sebentuk benda yang diciptakan dari benda pula. Dan sebagai jiwa, kita akan tetap ada walaupun jasad kita telah hancur ditelan waktu. Lama, lama berselang kelak.

Memasuki rumah tua ini, tiba-tiba aku merindukan opa oma yang dulu pernah menghuni tempat ini. Sungguh, kenangan yang tetap setia menemani jiwa kita, hanya pada sesuatu yang hidup. Sesuatu yang pernah bergerak menyentuh kita, menyapa kita, berbicara dengan kita, mencintai dan menyayangi kita, bahkan terkadang mungkin pernah memarahi dan membenci kita. Sesuatu yang hidup dulu, dan tentu tetap hidup sekarang, hanya saatnya belum lagi tiba bagi kita untuk kembali bersama menemani mereka-mereka yang telah meninggalkan kita di dunia ini, itulah yang selalu akan menyimpan kenangan dalam jiwa kita.

Rumah tua ini telah menjadi keropos, lapuk dan mungkin segera akan runtuh, berganti pemilik lalu dibongkar dan dibangun menjadi sesuatu bentuk yang mungkin akan nampak menjadi lain sama sekali dari saat ini. Namun apa yang pernah tertinggal di sana, di dalamnya akan selalu berarti bahwa kita pernah ada. Ya, kita pernah ada di dunia dan tetap akan ada di hati mereka-mereka yang hidup dan pernah kita sentuh.

Minggu, Agustus 17, 2008

BENARKAH KITA TELAH MERDEKA


Jika benar kita telah merdeka,
mengapa masih ada yang mengais di jalanan

Jika benar kita telah merdeka, mengapa masih terdengar ratap anak-anak yang kelaparan dan kedinginan
Bahkan ketika sekelompok manusia menjerit pada Tuhanpun dilarang.

Jika benar kita telah merdeka, tentu tiada lagi tetesan darah
karena kekerasan di mana-mana
tentu tak terdengar lagi ratap tangis bangsa ini

Jika benar kita telah merdeka,
tentu suara yang menggema adalah aalunan nada-nada syukur penuh kasih...
tentu wajah-wajah ceria menghiasi setiap sudut persada.......

MERDEKA bukan untuk menguasai...
MERDEKA untuk bebas memberi...
Memberi pada banyak jiwa yang haus dan lapar..

JIka benar kita telah merdeka...biarkan semua merasakan indahnya negeri ini.

Minggu, Agustus 10, 2008

Lelaki Sejati


Aku bertanya pada ibuku, “Bagaimanakah lelaki sejati ?

Ibuku menjawab,

Nak…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah tanggungjawab
yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi
liku-liku kehidupan…

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari rajinnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Selasa, Juli 22, 2008

Meja Makan Kakek

Ada seorang kakek yg hidup bersama dengan anaknya, menantu perempuan dan seorang cucu yg berumur 4 tahun.
Tangan-tangan kakek itu gemetaran, pandangan matanya sudah kabur dan langkah-langkah kakinya sudah tidak mantap lagi.Keluarga itu selalu makan bersama tiap malam.Namun karena tangan-tangan kakek yg sudah tua itu gemetaran ditambah pengelihatannya yg sudah kabur membuat ia kesukaran saat makan.Seringkali makanannya jatuh dari sendoknya dan mengotori lantai.Bila ia mengangkat gelasnya untuk minum, ia menumpahkan susu di atas taplak meja.
Anak dan menantunya sangat kesal dengan tingkah sang kakek yang selalu membuat kotor.”Kita harus melakukan sesuatu untuk papa”, kata anaknya.”Aku sudah capai melihat susu yg selalu ditumpahkan, cara makan yg tidak tenang dan makanan yg tercecer di lantai.”
Maka, suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di pojok ruangan.Di tempat itu kakek makan sendirian dan yg lain makan di meja makan bersama-sama.
Oleh karena kakek sudah beberapa kali memecahkan piring dan gelas, kini makanan kakek disajikan dalam mangkok dari kayu.Ketika yg lain melirik kearah kakek yg makan sendirian, kadang-kadang mereka melihat kakek sedang mengusap air matanya sembari duduk sendirian.
Sang cucu mengamati semua itu dalam keheningan. Pada suatu malam, ayahnya mengamati bahwa anaknya sedang bermain dengan sisa potongan kayu di lantai. Ia bertanya pada anaknya,”Apa yg sedang kamu kerjakan nak?”.Anaknya menjawab,”O, aku sedang membuat mangkok kecil untuk makan ayah dan ibu bila aku sudah dewasa.”Anak itu terus melanjutkan pekerjaanya.
Kata-kata anak itu demikian hebat menyentuh kedua orang tuanya, sehingga membuat mereka terdiam.
Kemudian air mata mulai menggenangi kedua matanya.Walau tak ada sepatah kata yg diucapkan, mereka mengerti apa yg harus dilakukan.
Pada malam itu, anak lelakinya memegang dan menggandeng tangan sang kakek ke meja makan untuk kembali makan bersama.Dan entah dengan alasan apa, suami istri itu tak lagi peduli dengan susu yang tumpah di taplak meja.

Seringkali anak-anak lebih berperasaaan dan mengerti. Mata mereka mengamati, telinga mereka mendengar dan pikiran mereka selalu memproses apa yg mereka serap.Bila mereka melihat kita membangun keluarga yg harmonis dan damai, mereka akan meniru sikap itu di masa depannya tanpa mereka sadari.Biarlah kita menjadi pembangun-pembangun generasi yg lebih baik.

Ingatlah selalu,”Apa yg terjadi, akan terjadi kembali!” Namun, memperlakukan orang lain, seperti anda memperlakukan diri sendiri akan memberikan kepada anda lebih banyak cinta kasih daripada tidak.

Senin, Juli 21, 2008

Mengakhiri Segalanya dengan INDAH...


Saat kita menjadi orangtua, minggu dan bulan berlalu, siang dan malam silih berganti. Dan waktu terasa abadi saat kita menikmati bagian terbaik sebagai orangtua. Keberhasilan yang sedikit rasanya seperti sudah mencapai puncak gunung tertinggi, dan apabila cita-cita sudah berhasil dicapai, hati kita pun serasa meledak dalam kegembiraan. Ya, peran sebagai orangtua adalah sebuah perjuangan yang unik, dan hanya sedikit hal dalam kehidupan yang sebanding dengan kebahagiaan itu, seperti yang akan dipaparkan berikut ini.

Saat kelahiran bayi

Barangkali istilah "kesenangan" adalah kurang pas untuk menggambarkan saat-saat kelahiran bayi; bagi banyak pasangan persalinan dan kelahiran adalah hal yang menakutkan, namun setiap pasangan akan tetap bertahan menghadapinya. Dan ketika hal tersebut berhasil dilalui walaupun dengan begitu sulit, akhirnya pengalaman indah itu telah menganugerahkan sebuah penghargaan akan kehidupan. Itu adalah benar-benar sebuah keajaiban. Betapapun, tubuh seorang ibu telah menunaikan tugasnya lebih baik daripada yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan manapun: merencanakan dan kemudian meluncurkan produk baru hanya dalam waktu sembilan bulan. Tanpa harus ada rancangan anggaran, presentasi atau pun rencana pemasaran.

Saat pertama keluar rumah


Sebelum bayi dibawa jalan-jalan ke luar rumah biasanya dia diselimuti rapat-rapat, ditutupi kepalanya dengan topi, dimasukkan ke dalam keranjang, dan kemudian dimasukkan ke dalam kereta bayi. Dengan penuh perasaan kuatir kita sering kali bolak-balik menengok keadaan bayi kita sebelum kita mengajaknya berjalan-jalan. Kereta bayi kemudian didorong secara perlahan ke seputar komplek dan hanya dalam udara yang hangat. Dan ketika kemudian sudah tiba di rumah kembali, kita bersyukur bahwa kita dan bayi kita sudah pulang dalam keadaan selamat. Hal ini barangkali seperti sebuah keberhasilan yang tidak berarti, tetapi dengan pengalaman ini kepercayaan diri kita seperti bertambah. Maka sejak saat itu banyak hal menjadi mungkin untuk dilakukan bersama bayi kita.

Latihan kecil

Ya! Adalah hal yang mengagumkan bagaimana bergairahnya kita ketika berhasil mengikat tali popok bayi kita. Kita barangkali kuatir kalau-kalau bayi kita akan terlepas dari diapers yang dikenakannya pada saat kita tertidur. Tiada hal yang lebih membahagiakan selain melihat kemajuan yang berhasil dicapai bayi kita yang berumur 3 tahun ketika ia berhasil duduk di toilet pada saat buang air. Sepertinya akan ada banyak uang yang bisa dihemat untuk membeli diapers. Jumlahnya mungkin bisa untuk mengongkosinya mendaftar ke perguruan tinggi bila nanti sudah besar.

Makan Bersama Keluarga

Sebagai orangtua, kita belajar kembali bagaimana caranya memasak makanan yang sehat, alih-alih memesan makanan dari luar. Bahkan akan menjadi lebih baik apabila kita berbicara dengan keluarga kita pada saat makan. Kita akan saling berbagi informasi mengenai sekolah anak kita dan apa-apa yang sudah dipelajarinya. Kita akan mendengarkan bagaimana pandangnya tentang hal-hal yang sedang terjadi. Mungkin kita akan tertawa bersama pasangan kita. Memang tidak semua makanan yang dimakan akan terasa begitu memuaskan, namun menyediakan waktu untuk berbagi pada saat makan dengan keluarga itulah yang penting. Pada suatu saat nanti kita akan menuai manfaatnya.

Waktu untuk bermain

Pada saat bermain dengan anak orang tua diibaratkan seperti berada di mesin waktu. Kita berpindah dari suatu permainan ke permainan yang lain, bermain boneka-boneka, bermain petak umpet dan bermain dengan binatang kesayangan. Bermain dengan anak kita akan membangkitkan ingatan kita kembali akan masa kecil, perasaan yang sudah lama terlupakan. Setiap kali bermain membuat bangunan dengan Lego, berdandan seperti seorang puteri, atau permainan lainnya, kita akan menemukan kembali sebuah pemikiran kreatif, yang di dunia orang dewasa mungkin sangat jarang ditemukan. Biasanya akan terasa sulit bermain bersama anak kita setelah habis jam kantor - tanpa harus berpikir mengenai tenggat waktu pekerjaan yang dibebankan kantor kepada kita - tetapi sekali saja kita berhasil membebaskan pikiran kita, maka kita akan dapat menikmati saat-saat bersama anak kita dan serasa ingin selamanya.

Pelukan dan ciuman

Barang kali berupa ciuman sekilas yang diam-diam diberikan di pipi pada saat anak kita tidur. Atau pelukan yang hangat sebelum berangkat ke kantor yang kemudian dibalas oleh anak kita dengan pelukan dan ciuman khas anak-anaknya. Balasan itu seakan membangkitkan daya hidup kita, seperti campuran kopi dengan gula yang diminum di pagi hari. Pengungkapan rasa kasih sayang mungkin akan semakin berkurang seiring makin dewasanya anak-anak kita.

Anak adalah cerminan kita

Anak kita mungkin mempunyai selera humor yang diwarisinya dari kita, sehingga ia bisa menghibur pasangan kita yang sedang sedih. Sungguh bagus karena anak kita tidak mewarisi kelemahan kita yang tidak bisa memperbaiki perbedaan yang ada yang akan mengkibatkan keretakan hubungan. Pengamatan kita akan ciri-ciri fisik dan kepribadian yang menjelma secara alami pada anak-anak kita - dan yang selebihnya, syukurlah, tidak mewujud - adalah salah satu bagian yang paling memuaskan dari pengawasan tumbuh kembang anak-anak kita.

Menemukan Hobi Baru


Anak-anak memperkenalkan kepada kita hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh kita bahwa akan begitu menyenangkan. Sebelum mempunyai anak, misalnya kita sama sekali tidak mengenal mainan peralatan konstruksi. Sekarang kita bisa mengenali sebuah mesin berat dari jarak jauh sambil kita berkendara dalam kecepatan tinggi - dan kita merasa sangat bergairah akan hal itu. Kalau kita sebenarnya tidak begitu menyukai olah raga, kita bisa kaget bahwa ternyata anak kita bisa menjadi anggota tim basket. Seandainya pendengaran musikal kita jelek, mungkin saja anak kita bisa menjadi pemain utama di sekolah musik. Yang pasti anak-anak kita telah memperluas dunia kita, membuatnya menjadi tempat yang menyenangkan.

Membangkitkan kenangan akan cinta dan patah hati yang pertama.


Ketika anak-anak kita jatuh cinta terhadap lawan jenis untuk pertama kalinya, kita akan dibikin pusing oleh gejolak perasaan anak remaja ingusan, apalagi bila mereka mengalami ciuman pertama yang membara - dan hal-hal pertama lainnya. Tapi kemudian, ketika kita menyaksikan anak kita menunggu panggilan telepon dari pacarnya pada kencan berikutnya, dan ternyata pacarnya yang ditunggu tidak datang. Hati kita terasa sedih karena ikut merasakan kekecewaannya, tetapi kita bersyukur karena tidak harus merasakan sakit hati remaja seperti itu. Cinta pertama adalah kenangan terindah yang harus dialami sendiri.

Hari Wisuda


Apakah kelulusan di jenjang taman kanak kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, atau yang lainnya, hari itu anak kita secara formal menjalani dari satu jenjang ke jenjang pendidikan berikutnya. Walaupun hal tersebut sangat mendebarkan, namun cukup melegakan seperti berlalunya sebuah beban kecil. Kekuatiran kita yang mendalam akan kemampuan anak kita telah digantikan oleh kegembiraan yang meluap-luap akan masa depan mereka. Dan juga kebanggaan akan kerja keras kita dengan pasangan yang telah berhasil menanamkan pendidikan kepada mereka mulai dari mengenal abjad sampai dengan mereka lulus sarjana.

Menemukan kembali pasangan kita

Kita mengira telah mengetahui hal lain tentang dirinya, tetapi keberadaan anak telah memberikan sebuah peran kepada pasangan kita yaitu sebagai tokoh baru - bukan sekedar pasangan hidup, seorang kekasih, atau seorang teman, tapi sebagai ibu atau ayah. Kita akan tersenyum melihat pasangan kita bergumul dengan anaknya, mengajarinya berkendara, atau menjelaskan kepadanya mengapa tidak boleh menyakiti binatang. Melihat pasangan kita menjadi seorang ayah atau ibu - kadang terlihat penyabar, kadang bodoh, kadang lembut, kadang melawan - membuat kita bertambah mencitainya.

Connecting to Heaven & Earth Messenger

Sign in...

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk .

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini..

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah Hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika Ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
Tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan..
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang tidak kamu peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak Ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak Ada DOA yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.



.........TUHAN has signed out

1000 Burung Kertas


Sewaktu Joe dan Anna baru pacaran, Joe melipat 1000 burung kertas buat Anna, menggantungkannya di dalam kamar Anna. Joe mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, Anna dan Joe setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, Anna mulai menjauhi Joe. Anna memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu Anna mau mutusin Joe, Anna bilang sama Joe, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"

Setelah Anna pergi ke Perancis, Joe bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Anna, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Joe dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Anna.

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Joe mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Joe tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Anna tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Joe, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Anna memberitahu Joe, Anna tidak pergi ke paris, Anna terserang kanker, Anna pergi ke surga. Anna ingin Joe menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Joe dulu. Anna bilang dia sangat mengerti Joe, dia percaya kalau Joe pasti akan berhasil.

Anna mengatakan, kalau pada suatu hari Joe akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Joe langsung berlutut, berlutut di depan makam Anna, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Valentine itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Joe. Joe teringat senyum manis Anna yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Joe sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.

Sabtu, Juli 12, 2008

Desaku, KOKOLEH..

Malam yang dingin. Aku berdiri bersama segerombol remaja di jalan yang sunyi di kampung ini. Langit malam tanpa bulan menampilkan ribuan atau bahkan jutaan percik-percik cahaya bintang. Gemerlapan bagai manik-manik pada sutera hitam. Kokoleh. Hanya ada satu dua rumah yang memancarkan cahaya listrik dari pendopanya. Kami saling bertutur tentang kehidupan. Kami saling melempar gurauan dan kisah yang sering terasa tak bermakna. Bahkan tolol. Tetapi inilah kami. Dan inilah aku, malam ini.
Betapa anehnya. Di sini masa silam dan masa depan tidak punya arti apa-apa. Kami hidup sekarang dan saat ini. Tahu bahwa esok hari, mungkin penderitaan dan kekecewaan akan datang lagi menghampiri hidup, kami tidak peduli. Malam sungguh indah, jadi mengapa harus dilewatkan dengan kekhawatiran-kekhawatiran itu? Apakah jika kita khawatir kita lalu bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik? Tidak, malam ini kami berkumpul sambil melemparkan gurauan-gurauan semu. Seakan hidup ini menyenangkan belaka untuk dijalani. Mengapa tidak? Ya, mengapa tidak?
Aku tiba-tiba teringat pagi hari tadi, saat masih di kota yang sibuk dengan lalu lalang kendaraan. Jalan-jalan yang macet dan bunyi klakson berdenging-denging di telingaku. Setiap kendaraan seakan ingin menyingkirkan lawan, ya lawan, di depan yang menghalangi jalannya. Betapa bedanya. Betapa bedanya. Dunia persaingan dan dunia keselarasan. Dunia kota dan dunia pedesaan. Kemoderenan seakan ingin mengajak kita untuk melepaskan segala kesabaran kita dalam menghadapi dunia ini. Seakan mengejar-ngejar kita agar dapat meraih segala ambisi, hasrat dan kenikmatan hidup hanya pada satu titik saja, kesenangan materi dan ragawi. Kita hidup bersama segala kemudahan serba instan dan remote-control yang bahkan lebih pelik dalam jiwa kita daripada kesederhanaan malam yang dingin dan indah saat ini.
Kembali di sini, aku merasakan semilir angin meniup wajahku. Dan sayup-sayup suara gemericik air dari kali kecil yang mengalir di kejauhan. Kami berdiri bergerombol sambil berkisah tentang dunia, tapi tak pernah mengetahui apa kata dunia kepada kami. Karena tiba-tiba aku menyadari bahwa itu sama sekali tidak perlu. Karena kamilah dunia itu. Ya, kamilah dunia itu. Dunia yang berputar dengan sabarnya, pagi-siang-malam. Dan hidup yang mengalir tanpa ketergesaan. Karena bagi kami, waktu tidak memiliki kami. Sebaliknya, waktu adalah milik kami. Ya, di sini, di kampung yang sederhana ini, aku tersadar bahwa seharusnyalah waktu adalah milik kita semua. Kita tidak perlu mengejar-ngejar dia karena kita selalu bersama dia.
Ada seseorang memetik gitarnya. Dan seseorang lagi melantunkan sebuah lagu. Tak berapa lama, kami pun ikut bernyanyi bersama. Ada yang bersuara indah. Ada yang bersuara fals. Tetapi siapa peduli? Hati kami dipenuhi musik indah. Hati kami larut bersama jejeran pepohonan palma dan diiringi jutaan cahaya bintang di atas kepala kami.

“And all I can do is hope and pray
Maybe my love will come back someday
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
‘cause heaven knows
Heaven knows
Heaven knows”

Ya, kami semua berharap dan berdoa, semoga suatu kelak, kami semua dapat berkumpul kembali bersama dalam suasana yang sama seperti dulu. Dan malam masih tetap bersama manik-manik selimut sutera hitamnya. Tidak dipenuhi pendaran cahaya buatan dari lampu-lampu jalan dan aneka papan reklame yang menghabiskan segala keindahan alami sang malam yang sedemikian sabar, indah lembut ini. Dan jejeran pepohonan di samping kami tidak berubah menjadi tembok-tembok beton yang kasar, kaku dan berdiri angkuh seakan menantang kehidupan. Kami semua berharap. Berharap.

CINTA..?! Apaan seeehhhh..??

Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan.. Yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya adalah irreversible...

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.

Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu di antara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang...

Begitu juga dalam kasus, kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti...

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.. mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita.. tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis.. jauh lebih pedih.. karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi...

Cinta itu sebuah jalan. Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen... Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja...

Cinta tak harus berakhir bahagia.. karena cinta tidak harus berakhir...

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan... dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran.. melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai, melainkan.. investasi.

Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai.. melainkan memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna itu...

Bagaimana aku akan berkata "SELAMAT TINGGAL".. kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki?

Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi kepunyaanku? Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku dan kubertanya, Kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya tidak pernah untukku?

Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal dalam dua dunia yang berbeda... Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu, itulah yang disebut KEAJAIBAN!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala mengalir selamanya...

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu... Sehingga kamu akan menjadi utuh kembali...

Minggu, Juni 08, 2008

It's My Life "Past, Now, and Future" (Part 3)

Ulang Tahun..

Peristiwa yang berulang setiap tahunnya pada tanggal dan bulan yang sama..
Apa specialnya jika hal itu hanya berulang-ulang setiap tahunnya tanpa adanya sesuatu yang berubah dan hal yang dapat dikenang selamanya..?!

Setiap dari kita, pastinya memiliki prinsip dan pandangan dalam kehidupan kita.
Setiap tahun, kita bertambah usia, dan itu berarti kita semakin menuju kedewasaan kita..
Kedewasaan..?! Wait wait..!!

Dari apa kita dapat mengukur tingkat kedewasaan kita..?!
Apakah hanya dengan bertambahnya usia, kita dapat disebut sebagai seorang yang dewasa..?!
Kalo pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, dengan tegas saya akan berkata TIDAK..!!

Kedewasaan bukan hanya dilihat dari berapa usia kita..
Kedewasaan seseorang dapat kita lihat dari tingkah laku dan pola pikirnya..
Pola pikir yang dewasa, membuat orang terlihat makin dewasa..
Dengan pola pikir dan tingkah lakunya setiap hari, kita dapat menilai seseorang apakah ia sudah "Dewasa" atau belum..


Lalu, apa hubungannya dengan 18 tahun yang lalu..?!
Yupp..
June 9th 1990 adalah hari yang membahagiakan bagi keluargaku..
Hari itu, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Reagen Yohanes Sayoga..
Aku tak tahu pasti, kenapa orang tuaku menamakan aku demikian..
Pastinya ada alasan tertentu bagi mereka..
Itu tak menjadi masalah bagiku..

Lahir dari suatu keluarga sederhana di salah satu sudut kota Manado, tumbuh menjadi seorang pria dengan kepribadian yang kadang-kadang dibilang aneh oleh orang-orang disekitarku.
Itu bukanlah suatu pernyataan yang bisa membuatku down atau merasa dikucilkan..
Justru dengan itu, aku bisa bilang pada dunia bahwa It's My Self..!!

Terserah apa kata orang, apa kata dunia, bagaimana pandangan orang-oang disekitarku, dan berbagai omongan orang lainnya..
Yang pasti, gw cukup bahagia dengan hidupku saat ini..

Perjalanan yang cukup melelahkan, berjuang demi membahagiakan kedua Orang Tuaku yang telah melahirkanku, membesarkanku, menjagaku, membimbingku, serta melindungki, adalah hal yang paling tak bisa dibalas dengan apapun oleh seorang anak..

Apalagi aku..
Apa yang bisa ku berikan bagi orangtuaku..?!
Prestasi Belajar..?!
Huhh.. Bisa jadi, aku mati duluan sebelum presetasi itu dicapai..

Aku tak bisa menyerah sampai disitu saja..
Masih banyak cara yang bisa aku lakukan untuk membahagiakan kedua oang tuaku..
Mungkin dengan menyalurkan bakat dan kemampuanku sebagai seorang Penyanyi dan Penulis adalah cukup untuk mewujudkan apa yang aku inginkan..

Lepas dari semuanya itu, aku masih menjalani hidup ini dengan ketidaksempurnaan yang aku punya..
Melakukan aktifitas kesehaian yang rutin dilakukan setiap Senin-Sabtu, yaitu Kuliah..
Orang tuaku berharap, aku bisa melanjutkan apa yang menjadi impian mereka juga..
Aku tetap berusaha memberikan yang terbaik, walaupun yang terbaik dimataku, tak sama dengan yang terbaik dimata kedua orangtuaku..

Kecewa pasti ada..
Saat aku gagal dan kurang berhasil membahagiakan orang tua dengan apa yang telah aku capai selama ini mulai dari tingkat dasar hingga ke bangku Univ..
Huhh...
Rasanya, tak ada gunanya lagi hidup seperti ini..

Kembali ke 18 tahun yang lalu..
Kalo bisa diflashback, banyak hal yang ingin aku ulangi untuk diubah..
Namun, apa mau dikata..
Waktu telah berlalu.. Yang ada hanya kenangan..
Yang bisa di flashback hanyalah kejadian-kejadian serta orang-orang yang masih terngiang di telingaku..

1990 - Dilahirkan dari seorang ibu yang samapai saat ini masih menjadi kebanggan dalam hidupku. Dia mengandungku selama 9 bulan dan melahirkan aku dalam keadaan 'sungsang"..

1991 - 1 tahun sudah kehidupanku.. Masih tak ada artinya dunia bagiku.. Namun aku sudah mulai dapat belajar untuk melakukan apa yang diajarkan oleh orang tuaku..

1992 - Usia ini adalah usia dimana kita dalam proses pertumbuhan untuk menjadi manusia yang mengenal lingkungan sekitar.. Bagaimana kita bisa berbicara dan bagaimana kita bisa mengenal apa yang diajarkan..

1993 - Waktu terasa berputar begitu cepat.. Segala hal yang diajarkan mulai dipahami.. Namun, kita beum bisa membedakan apakah hal yang diajarkan hal itu baik ataukah buruk. Makanya, kita masih perlu bimbingan orang tua..

1994 - Saatnya mengenyam pendidikan sebagai salah seorang murid Taman Kanak-kanak di Manado.. Disitu, kita lebih dapat mengenal lingkungan dengan adanya teman-teman.. Masa ini adalah masa dimana anak2 mulai blajar untuk membaca, menulis dan berhitung. Dunia masih terasa belum berpengaruh..

1995 - Mungkin ada pengaruh kecerdasan yang extra, makanya aku sudah tidak melanjutkan ke tingkat TK yang lebih tinggi. Orang tua lebih memilih untuk memasukkan aku ke Sekolah Dasar.. Mungkin diantara teman2ku, akulah yang paling muda.. Satu hal besarpun terjadi.. Aku mempunyai seorang adik lagi..

1996 - 6 Tahun.. Usia yang masinh sangat tergolong muda. Usia seperti demikian, kita masih sangat semang bila diajak main, main ,dan main..

1997 - Tak ada perubahan yang signifikan.. Palingan, hanya bertambah usia, bertambah teman, dan yang pasti bertambah pengetahuan.. Ada lagi.. Bertambah sayang kepada keluargaku..

1998 - Kalo dihitung berdasarkan perhitungan tahun sekolah, sekarang aku berada di kelas 4 SD. Semakin mengenal apa yang dipelajari dang mengenal dunia melalui teman-teman yang ada..

1999 - Kejadian yang mungkin menjadi sebab dari kepribadianku saat ini.. Aku sangat senang bermain, apalagi bermain dengan anak-anak cewek. Itu lebih membuatku merasa nyaman dibandingkan harus bermain dengan anak-anak cowok yang terbilang kasar. Makanya, aku sempat menjadi cengeng, dan suka berdandan yang kurang wajar sebagai seorang anak laki-laki..

2000 - Perjalanan dan perjuangan di Sekolah Dasar hampir berakhir.. Sempat putus asa ketika salah seorang guruku berkata kalau aku tidak usah mendaftar di SMP, sebab aku tidak lulus SD.. Aku sempat menangis dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan guruku.. Ternyata aku benar.. Aku hanya dibohongi oleh guruku.. Aku lulus SD dengan peringkat yang cukup baik dibandingkan dengan teman-teman yang lain..

2001 - A.S.R.A.M.A.. Yupp.. Itu yang bisa kuingat dari tahun ini.. Ini tahun pertama aku berada di SMP.. Suasananya terasa sangat berbeda dengan suasana waktu SD dulu.. Mulai tumbuh dewasa (dalam usia) dan mulai mengenal tujuan hidup.. Namun, karena asrama adalah hal yang baru bagiku, makanya aku sering menangis dan mengingat orang tua yang jauh dariku.. Di asrama, aku bisa belajar bersama kakak-kakak kelas yang membimbing aku, dan mengajari aku pelajaran yang dirasa masih kurang.. Beberapa hal buruk pernah terjadi menimpaku.. Namun itu tidaklah penting.. Kalo kata orang sich, "Ambil Hikmahnya Aja dahh..."

2002 - Semakin tegar menjalani hidup sebagai seorang anak SMP yang jauh dari orang tua. Kini aku mulai menyadari apa tujuan yang orang tua inginkan dariku. Bertumbuh deasa dalam setiap tingkah laku dan pola pikir kita, serta belajar untuk hidup mandiri jauh dari orang tua, agar kta bisa melanjutkan hidup kita di masa yang akan datang tanpa tergantung pada orang tua ataupun orang lain lagi..

2003 - Tak terasa waktu ini berlalu.. Tahun demi tahun dilewati, dan saatnya untuk menyelesaikan tugas sebagai seorang anak SMP. Yupp.. Kelas 3 adalah kelas ujian.. Di 2 tingkat sebelumnya, prestasi akademikku sangat baik.. Kelas 1 menjadi juara kelas berturut-turut untuk 3 Cawu, sedangkan Kelas 2 masuk dalam 10 besar ranking kelas di "Kelas Pilihan". Untuk Kelas 3 ini, ranking sudah tidak diperhatikan lagi.. Yang penting bisa lulus dengan hasil yang memuaskan adalah sesuatu yang SEMPURNA..

2004 - Rex Mundi, adalah pilihanku untuk melanjutkan studi ke bangku SMA.. Disini, sosok dewasa mulai kelihatan. Walaupun prestasi akademik tidak begitu bagus, tapi aku bangga dengan prestasiku di bidang yang lainnya. Aku bisa mengembangkan apa bakat dan kemampuan yang aku punya melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah..

2005 - Cerita tentang kelasku yang kompak.. XI IPA 1.. Yupp.. Kekompakkan kita tidak bisa ditandingi oleh lainnya.. Walaupun sering ada konflik dalam menyampaikan aspirasi dan tanggapannya. Toh semuanya ada jalan keluarnya koq.. Kit menjadi semakin solid ketika kita bisa menyelesaikan Pertunjukan Drama kelas kita dan mengetahi bahwa nanti kelas XII, kita masih akan tetap sekelas..

2006 - Beberapa acara sekolah mengutusku sebagai wakinya untuk maju menampilkan apa yang aku punya.. Diantaranya Indonesian Idol (150 Besar Manado), Festival Band di Kotamobagu, Manado Post Band Competition, MC untuk acara sekolah, King V'Day, dsb.. Tidak hanya dari sekolah, diluar sekolah pun aku mendapatkan job yang cukup bagus. Menjadi MC acara pernikahan, Wedding singer, Choir Gereja, Pelayanan ke penjara, dsb.. Dari situ, aku bisa menunjukkan pada orang-orang bahwa inilah aku.. Aku bisa seperti ini juga semuanya berkat dukungan orang tua dan Bapaku di Sorga..

2007 - Saatnya deg-degan.. Kelas XII adalah penentu kerja keras kita selama mengenyam pendidikan mulai dari TK hingga SMA ini.. Ukuran yang digunakan adalah UAN.. Apa hasinya..?! Puji Tuhan, aku bisa lulus dengan prestasi yang cukup membanggakan.. Tak ada kata lian selain Ucapan Syukur.. AMIN..
Setelah SMA, mau kemana..?! Binus University jawabannya..!! Yupp... Jurusan yang tidak begitu cocok denganku, kini beradapan denganku untuk jangka waktu 4 tahun kedepannya.. Hmmm.. Apa yang akan terjadi, belum dipikirkan..

2008 - Hari lapas hari, menunggu tanggal 9 Juni 2008, jam 12 a.m berdentang.. Huhh... Apa yang akan terjadi dengan kehidupanku tahun ini..?! Masih belum bisa diramalkan.. Coz, GOD punya caranya sendiri yang telah disediakannya bagiku "Jalan 2008".. Aku yakin tuhan udah menyiapkan yang terbaik bagi kita koq.. Tuhan gak mungkin ngasih kita jalan yang gak bisa kita lewati.. Rintangan, badai dan pencobaan hidup dapat kita atasi asalkan kita berjalan bersama Dia yang menjadi Gembala Hidup Kita..

Harapan gw kedepannya, semoga gw lebih bisa bertumbuh dalam Iman, harap dan kasih kepada sesama.. Semoga aku bisa menunjukkan pada dunia lewat apa yang kulakukan dan apa yang telah aku capai selama ini.. Dengan berlandaskan iman akan Kristus, aku akan berusah mememberikan dan menjadi yang terbaik dalan setiap detik kehidupan di dunia ini..

Soo, 2008.. WELCOME..
"Add My age, Change Myself.."

Happy Birthday Myself..