Rabu, Oktober 08, 2008

Cintai Hidup Anda

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu
mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil
berkata: " Ini pakaian dalam yang sangat spesial." Kubuka bungkusan itu, dan
kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera,
disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan
kode-kode penjualannya yang rumit. "

Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya
ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa. Yah, rasanya
inilah hari yangistimewa itu," kata kakak iparku lemah. Ia mengambil pakaian
dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di atas tempat tidur, bersama dengan
pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka. Ia memegang
pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut
keras-keras sambil berkata keras padaku: "Jangan pernah menyimpan sesuatu yang
istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istiewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari
sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati
hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus
memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota
Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum
sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku. Aku juga
memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut
sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan
sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah
mengubah hidupku.

Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.
Aku lalu memandang keluar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah,
tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal
pergi beberapa hari. Sesampai di rumahku sendiri,aku lalu menyempatkan diri
untuk lebih banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung
mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya
dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan
serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih
teliti dan mensyukurinya. Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan
chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari,
tanpa menunggu ada pesta, ada tamu arau lainnya.

Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami
mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan. Saya pergi ke pasar memakai
pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa
sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya
kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi
tidak pelit terhadap diriku sendiri. Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi
ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan
teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama.

Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-ukan padahal saya tidak memiliki
waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan
dengan teman-teman baik saya, meskipun saya sangat ingin berjumpa dengan mereka.
Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima.
Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri
dan anak-anakku, betapa saya menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan
untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan,
kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa. Dan setiap pagi,
begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu
adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah
benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.

Tidak ada komentar: