Sabtu, April 19, 2008

__Beban Sebuah Dosa__

Seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus. Tak
henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka
ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakan agar semua manusia bertobat dan tak
berbuat dosa.

Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak
pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa
terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah
beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah
padaku, berapa berat sebuah dosa itu? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus
kilo?”

Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik
bertanya; “Bila kita meletakan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat
tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan
pasti anak muda tersebut menjawab; “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa
berat karena ia telah mati.”

Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal
yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita
pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita
sebetulnya telah mati.”

-------------

Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda
perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk
mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak
merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda
telah mati.

“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa
lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal
Dia.” (1 Yohanes 3: 6)

Tidak ada komentar: