Senin, April 14, 2008

Semua Kar'na AnugrahNya


Kerasnya kehidupan di Kota Metropolitan ini, tak lepas dari pengaruh lingkungan disekitar kita. Tinggal pilih, mau mengikuti yang baik, atau mau ikut si jahat..?! Semua serba dalam pilihan.. Huhhh…. Susahnya jadi orang perantauan.. Hidup jauh dari orang tua, saudara-saudari, serta banyak orang yang saya kasihi. Namun hanya satu yang ku percaya, bahwa Dia tidak akan pernah jauh meninggalkan kita.
Suatu hari, aku sempat berpikir, bagaiamana caranya agar supaya aku dapat membantu orang tuaku dalam membiayai kebutuhan hidupku disini. Mungkin dengan bekerja sampingan, ataupun dengan cara halal lainnya. Namun tak satupun dapat kujumpai pekerjaan yang cocok dengan statusku yang masih anak kuliahan berusia belasan dan terhitung sangat muda. “Apa kata dunia kalo liat anak umur 17 tahun bekerja di sebuah perusahaan besar yang rata2 karyawannya berusia 21 tahun keatas..?!” Kemampuan dan pola pikir masih jauh diatas orang2 tersebut. Apalagi masalah postur dan kekurangan lainnya. Bagaimana cara mengatasi semuanya ini..?!
Aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di sebuah restoran yang akan dibuka di salah satu pusat perbelanjaan, dengan menjadi waitres. Namun, setelah dikonfirmasikan kepada kedua orangtuaku, mereka menolaknya. “Buat apa kamu sekolah tinggi-tinggi, mengambil jurusan komputer, dan hanya bekerja sebagain pelayan restoran..? Kalo masih ingin di Jakarta, kuliah yang bener, dan cari pekerjaan yang sepadan dengan jurusanmu. Kalau tidak, balik Manado aja..” Zappp…. Badanku tersentak. Jantung seolah tak berdetak. Keringat dingin bercampur perasaan yang sulit diungkapkan. Ku pupuskan niatku untuk mengejar pekerjaan itu.
Waktu demi waktu berlalu, dan lagi-lagi, keinginan untuk mencari pekerjaan tersirat dalam pikiran. “Oh, GOD..!!”, pikirku. Tak ada jalan lain selain berdoa dan menyerahkan sepenuhnya diriku dibawah kaki salib-Nya. Setiap hari doa dan harapan meluncur dari bibir yang berdosa ini. Tapi, apalah daya. Kekuatan manusia ada batasnya. Bosan.. Bete.. Putus asa.. apa lagi..?! Kejenuhan pun tiba.. “Koq Tuhan segitunya sich..?! Gak mau jawab doa2 en’ permohonan aku? Huhhh…” Akhirnya, aku putuskan untuk berhenti berharap dan kembali ke kehidupan normal.
Menjalani hidup normal, seperti biasanya, bangun, mandi, kuliah, makan, kerjain tugas, hang out, dll, dsb, dst. Sampai suatu saat Tuhan mengetuk hatiku. “Hey, apa yang kaulakukan? Aku sudah bekerja didalammu, dan mana waktmu untukku..?!” Ahh.. Suara itu, membangunkanku dari lamunanku. Tuhan menyadarkan dan memperingatkan aku. “GOD, maafkan daku.. Aku sudah bersalah padamu. Aku sudah meragukan Engkau, ya Tuhan. Aku pikir, kau sudah tiada lagi untukku. Aku pikir kau telah meninggalkan daku. Aku pikir kau telah tiak lagi bersamaku. Ternyata, kau selalu berada disampingku.” Aku terdiam, dan memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ternyata Tuhan menasehati aku yang sudah malas lagi datang kepadaNya, karena bosan, bete, putus asa, dsb. Ternyata, Tuhan punya rencana yang indah bagiku.
“Tit Tulit Tit.. Tit Tulit Tit..” suara dari HP ku berbunyi. “Bangun dan angkatlah berkatmu..!!” Tersentak langsung aku menghampiri HP ku yang sedang di-charage. “Halo..?!” …. Dan pada ujung pembicaraan terjadi kesepakatan. “Sampai besok ya” terdengar di ujung sana. “Iya, Terima Kasih”.. “Thankz GOD..!!” Itulah kata2 yang aku ingat saat telepon dari Omaku baru saja ditutup.. “GOD, u make me a way..!!” Ohhh… Tak ada kata kain yang dapat kusampaikan elain ucapan syukur. HP kembali kuangkat dan kutekan salah satu nomor. Nomor Mamaku. “Ma, I got it..!!” Owh… Aku tak bisa melihatnya secara langsung, but aku dapat merasakan kasih seorang ibu yang senang dan terharu mendengarkan suara anaknya yang tersendat-sendat penuh keharuan. Oh… I’m speechless..
Aku mendapatkannya.. Job sebagai seorang Guru Les Privat yang mendatangi rumah muridnya. Pekerjaan didapat, kendala lain ditemui. Ternyata anak yang harus diajar adalah anak laki-laki, usianya 11 tahun, kelas 6 SD, dan ternyata BSB (Bukan SD Biasa). Dia adalah siswa International School.. “OMG..!! Berarti, aku harus menggunakan English untuk mengajarnya..?! Math in English..?! Owh, it’s make me confused” Yuppzzz… Of Course.. “Owh..!! Can I? Idon’t believe this..” Tuhan berkata lain, “Maju anakku..!! Aku menyertaimu.” Kuikuti perintahnya, dan hasilnya.. Berhasil..!! Aku disegani sang murid dan keluarganya.
“Thankz GOD.. Aku tahu inilah caraMu untuk menjawab doa-doaku. Tak ada yang bisa kuungkapkan selain Sujud Syukur dan Terima Kasih” Apalagi yang bisa kubanggakan dari diriku ini kalo bukan Tuhan yang menggunakannya. Bukan karna kekuatan, kelebihan, kekayaan, kehormatan, kelebihan , ataupun kesempurnaan sebagai manusia. Semua ini karena AnugrahNya bagi kita.

__Inspired by True Story__

Tidak ada komentar: