Tidak mudah menjalani hidup penuh tantangan. Tapi, itulah kenyataan yang harus kita jalani dah hadapi. Tidak ada kata AMAN dalam menjalani hidup ini. Semua butuh proses, dan proses yang ditempuh, tidaklah semudah dan secepat dengan apa yang kita pikirkan. Butuh banyak pengorbanan yang harus direlakan dalam menjalani bagian ini. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, harta-benda hingga mungkin harus mengorbankan diri kita, keluarga kita, serta orang-orang yang kita sayangi dan cintai untuk mencipatakan suatu proses yang sempurna seperti apa yang kita inginkan.
Dalam hidup, perjalanan kehidupan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang harus dikerjakan agar segala hal yang telah kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan berkata lain.. Ya, itulah yang seringkali terjadi dalam kehidupan kita. Terkadang, hal demikian membuat kita merasa dicurangi Tuhan. Berapa banyak dari doa-doa kita yang dijawab sesuai dengan apa yang kita minta? Berapa banyak juga doa-doa kita yang tidak dijawab? Atau, adakah doa kita dijawab dengan cara yang lain??
How faithful are you?? Seberapa setiakah engkau..??
Bila pertanyaan itu hinggap di telinga kita, jawaban apa yang bisa engkau berikan??
"Iman sebesar biji sesawi, dalat memindahkan gunung".. Lalu, bagaimana kondisi iman kita sekarang? Pastinya lebih kecil dan lebih sedikit dibandingkan dengan ukuran biji sesawi. Buktinya, kita belum bisa memindahkan gunung dengan iman kita. Hal ini berarti, kita masih kurang beriman di hadapan Tuhan. Kesetiaan kita masih kurang. Kita masih lebih mementingkan kepentingan duniawi dengan mengejar segala kenikmatan dunia dibanding duduk diam di dalam Bait Allah selama 2 jam untuk memuji dan memuliakan Tuhan lewat prayaan ekaristi atau doa-doa brsama yang biasa dilakukan.
Sikap kita inilah yang membuat kita dan Allah menjadi semakin jauh dan jauhhh... Kalau kita tetap berada pada kondisi kita sendiri, maka kita tidak akan bisa mencapai apa yang kita minta kepadaNya. Namun, kalau kita mau belajar mendengar suara Tuhan, maka kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah.
Mudah..
Belajar untuk mendengarkan Tuhan, itu juga berarti belajar untuk menahan diri dari setiap hawa nafsu yang menggoda kita. Belajar untuk setia, berarti belajar menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dengan demikian, kita bisa memperoleh sesuatu sesuai dengan apa yang telah kita perbuat. Minta Tuhan untuk meletakkan bebat atas diri kita. Agar lewat beban hidup ini, kita belajar untuk semakin diperkuat dalam Dia.
***
Desember 2005, saya putuskan untuk ikut melayani Tuhan.. Dalam sebuah komunitas Katolik, PDKK Keuskupan Manado. Saat itu belum ada PD khusus Muda-mudi, jadi masih bergabung di PD umum. Awalnya, oma saya yang aktif dalam PD tersebut. Biasanya diminta WL, dan saya yang harus menemani oma kemanapun dia pergi melayan. Hari berganti hari, waktu terus berjalan.. Hingga sampai suatu ketika, BPK PKK Keuskupan Manado mengadakan ret-ret bagi para Muda-mudi Se-keuskupan Manado. Saya ikut ambil bagian dalam acara tersebut sebagai umat. Kira-kira 500 orang terkumpul untuk mengikuti ret-ret tersebut. Dalam ret-ret tersebut, seluruh yang hadir berkomitmen untuk tetap melaksanakan apa yang telah dimulai selama 3 hari di ret-ret tersebut. Semuanya memiliki visi untuk maju dan membangun suatu komunitas baru yang dikhususkan bagi para muda-mudi dan juga seluruh umat yang berjiwa muda.
Komitmen pun dilanjutkan dengan pertemuan perdana. Hari itu, 2 Januari 2006. Beberapa muda-mudi terkumpul dalam suatu ruangan untuk membicarakan komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Saya, hadir disitu sebagai salah sati partisipan. Awal kehadiran saya, bukanlah karena niat sendiri, namun ada sedikit paksaan dari oma, dan juga kebosanan di rumah. Saya putuskan untuk menghadiri pertemuan itu, walaupun dengan paksaan. Apa yang dibicarakan waktu itu, menyentuh diri saya.. Semua uneg-uneg yang ada dalam diri, memaksa untuk keluar. Akhirnya, apa yang terlintas di pikiran dikeluarkan juga. Bukan masalah jika pendapat saya tidak diterima orang. Kalau diterima, Syukur Puji Tuhan. Jika tidak, berarti masih banyak pendapat yang lebih pas dengan masalah yang sedang dibicarakan.
Ternyata, semua diluar dugaan saya. Banyak dari pendapat saya, diterima mereka dan dijalankan. Bukan karena kehebatan diri saya, namun karena kasih Allah yang mengalir di dalam diri saya, sehingga apa yang saya katakan, itu semua berasal dari padaNya.
Sebulan pertama, PD Mudika berjalan dengan baik.. Walaupun belum ada pengurus yang jelas yang dapat memimpin PD ini kedepannya..
Hari itu, 2 Februari 2006. Pertemuan PD untuk yang kesekian kalinya. Selesai PD, ada rapat lagi yang membicarakan PD Mudika ini kedepannya. Mungkin memang pilihan Tuhan, atau pilihan teman-teman saya, saya didaulat menjadi Koordinator PD Mudika Keuskupan Manado untuk Periode 2006-2007.. Sempat terkejut dan tidak menyangka harus memegang tanggung jawab menjadi seorang yang dipercaya untuk menggembalakan anak-anak Allah. Ada ketidakmampuan yang mendobrak di dalam diri. Namun, suara Tuhan lebih bergema daripada suara lainnya. Setiap pekerjaan, memang ada konsekuensinya. Namun jika mengerjakan pekerjaan Allah, maka konsekuensi yang kita dapatkan adalah Kepuasan yang dikembalikan pada Allah. Tiada yang dapat menggantikan kepuasan karena melakukan pekerjaan Allah.
Waktu terus berjalan.. Menjadi seorang pemimpin Kerajaan Allah, tidak sama dengan menjadi seorang pemimpin di suatu perusahaan swasta yang kebanyakan memerintahkan bawahannya untuk melakukan segala sesuatunya.. Justru dengan menjadi pemimpin PD, membuat kita menjadi teladan kepemimpinan dan kerendahan hati kita. Dengan pelayanan yang kita lakukan, mencerminkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari. Banyak rintangan dan permasalahan yang harus diahadapi, namun semuanya diserahkan kepada Allah. Saya yakin, saya tidak bekerja sendirian. Ada Allah yang bekerja bagi kita untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang kita hadapi..
Banyak hal yang bisa kita dapatkan jika kita mau setia dan taat akan panggilannya..
Suatu ketika, saya berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Di sepanjang lorong mall, banyak fashion store dan watch store. Di dalam hati saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, kapan ya saya bisa mendapatkan sebuah celana Jeans baru dan sebuah jam tangan?? Saya butuh jam tangan untuk melihat setiap waktu yang Engkau berikan, dan celana akan saya pakai dalam setiap pelayanan yang Engkau bebankan."
Selang 2 minggu dari hari itu, saya iseng mengikuti kuis SMS di sebuah radio lokal di Manado. Namun saya tidak yakin untuk menang, karena bukan hanya saya yang mengikuti kuis tersebut. Mungkin ada ratusan, ribuan, atau mungkin bahkan ratusan ribu orang yang mengikut kuis tersebut. Kuisnya berhadiah Voucher belanja di sebuah fashion store senilai 300ribu. Saya kaget bukan main saat mendengar nama saya disebutkan oleh sang penyiar radio tersebut. Saya sempat melompat dan mencubiti diri sendiri serasa tak percaya hal itu terjadi. Tapi memang benar, itulah kenyataannya.. Katanya, vouchernya bisa diambil besok harinya.
Sorenya, saat papa saya pulang dari kantor, saya lagi-lagi dikejutkan dengan sebuah kenyataan yang membahagiakan. Jam tangan.. Ya, papa saya membawakan jam tangan yang lebih indah daripada jam tangan yang saya lihat 2 minggu sebelumnya. Walaupun jam tangan tersebut hanya diperoleh secara gratis dari hadiah salah satu bank swasta, namun jam tangan tersebut sangat indah dan elegan. Harganya pasti sangat mahal. Dengan tali kulit serta Chronograhpnya, sudah terbayang harga yang harus ditebus untuk mendapatkannya. Namun, papa saya hanya mendapatkannya secara gratis, tanpa harus membayar sesenpun..
Voucher yang saya dapatkan juga saya belanjakan celana yang saya inginkan. Ternyata, bukan hanya celana yang saya idam-idamkan yang dapat dibeli dengan voucher itu. 1 celana, 1 kemeja, dan 1 kaos.. Ya, itulah karunia Tuhan. Tak putus-putusnya Syukur saya naikkan ke hadiratNya yang maha kuasa.
Memang benar, kalau kita mau mendengar dan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita, hidup yang berat dan penuh beban ini, akan menjadi ringan dan penuh sukacita. Karena Tuhan yang bekerja bersama kita. Kita tidak perlu takut akan kekurangan apapun. Dia telah berjanji untuk memberkina semuanya bagi kita yang setia kepadaNya..
Thankzz GOD..
^_^
Dalam hidup, perjalanan kehidupan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang harus dikerjakan agar segala hal yang telah kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan berkata lain.. Ya, itulah yang seringkali terjadi dalam kehidupan kita. Terkadang, hal demikian membuat kita merasa dicurangi Tuhan. Berapa banyak dari doa-doa kita yang dijawab sesuai dengan apa yang kita minta? Berapa banyak juga doa-doa kita yang tidak dijawab? Atau, adakah doa kita dijawab dengan cara yang lain??
How faithful are you?? Seberapa setiakah engkau..??
Bila pertanyaan itu hinggap di telinga kita, jawaban apa yang bisa engkau berikan??
"Iman sebesar biji sesawi, dalat memindahkan gunung".. Lalu, bagaimana kondisi iman kita sekarang? Pastinya lebih kecil dan lebih sedikit dibandingkan dengan ukuran biji sesawi. Buktinya, kita belum bisa memindahkan gunung dengan iman kita. Hal ini berarti, kita masih kurang beriman di hadapan Tuhan. Kesetiaan kita masih kurang. Kita masih lebih mementingkan kepentingan duniawi dengan mengejar segala kenikmatan dunia dibanding duduk diam di dalam Bait Allah selama 2 jam untuk memuji dan memuliakan Tuhan lewat prayaan ekaristi atau doa-doa brsama yang biasa dilakukan.
Sikap kita inilah yang membuat kita dan Allah menjadi semakin jauh dan jauhhh... Kalau kita tetap berada pada kondisi kita sendiri, maka kita tidak akan bisa mencapai apa yang kita minta kepadaNya. Namun, kalau kita mau belajar mendengar suara Tuhan, maka kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dengan mudah.
Mudah..
Belajar untuk mendengarkan Tuhan, itu juga berarti belajar untuk menahan diri dari setiap hawa nafsu yang menggoda kita. Belajar untuk setia, berarti belajar menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dengan demikian, kita bisa memperoleh sesuatu sesuai dengan apa yang telah kita perbuat. Minta Tuhan untuk meletakkan bebat atas diri kita. Agar lewat beban hidup ini, kita belajar untuk semakin diperkuat dalam Dia.
***
Desember 2005, saya putuskan untuk ikut melayani Tuhan.. Dalam sebuah komunitas Katolik, PDKK Keuskupan Manado. Saat itu belum ada PD khusus Muda-mudi, jadi masih bergabung di PD umum. Awalnya, oma saya yang aktif dalam PD tersebut. Biasanya diminta WL, dan saya yang harus menemani oma kemanapun dia pergi melayan. Hari berganti hari, waktu terus berjalan.. Hingga sampai suatu ketika, BPK PKK Keuskupan Manado mengadakan ret-ret bagi para Muda-mudi Se-keuskupan Manado. Saya ikut ambil bagian dalam acara tersebut sebagai umat. Kira-kira 500 orang terkumpul untuk mengikuti ret-ret tersebut. Dalam ret-ret tersebut, seluruh yang hadir berkomitmen untuk tetap melaksanakan apa yang telah dimulai selama 3 hari di ret-ret tersebut. Semuanya memiliki visi untuk maju dan membangun suatu komunitas baru yang dikhususkan bagi para muda-mudi dan juga seluruh umat yang berjiwa muda.
Komitmen pun dilanjutkan dengan pertemuan perdana. Hari itu, 2 Januari 2006. Beberapa muda-mudi terkumpul dalam suatu ruangan untuk membicarakan komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Saya, hadir disitu sebagai salah sati partisipan. Awal kehadiran saya, bukanlah karena niat sendiri, namun ada sedikit paksaan dari oma, dan juga kebosanan di rumah. Saya putuskan untuk menghadiri pertemuan itu, walaupun dengan paksaan. Apa yang dibicarakan waktu itu, menyentuh diri saya.. Semua uneg-uneg yang ada dalam diri, memaksa untuk keluar. Akhirnya, apa yang terlintas di pikiran dikeluarkan juga. Bukan masalah jika pendapat saya tidak diterima orang. Kalau diterima, Syukur Puji Tuhan. Jika tidak, berarti masih banyak pendapat yang lebih pas dengan masalah yang sedang dibicarakan.
Ternyata, semua diluar dugaan saya. Banyak dari pendapat saya, diterima mereka dan dijalankan. Bukan karena kehebatan diri saya, namun karena kasih Allah yang mengalir di dalam diri saya, sehingga apa yang saya katakan, itu semua berasal dari padaNya.
Sebulan pertama, PD Mudika berjalan dengan baik.. Walaupun belum ada pengurus yang jelas yang dapat memimpin PD ini kedepannya..
Hari itu, 2 Februari 2006. Pertemuan PD untuk yang kesekian kalinya. Selesai PD, ada rapat lagi yang membicarakan PD Mudika ini kedepannya. Mungkin memang pilihan Tuhan, atau pilihan teman-teman saya, saya didaulat menjadi Koordinator PD Mudika Keuskupan Manado untuk Periode 2006-2007.. Sempat terkejut dan tidak menyangka harus memegang tanggung jawab menjadi seorang yang dipercaya untuk menggembalakan anak-anak Allah. Ada ketidakmampuan yang mendobrak di dalam diri. Namun, suara Tuhan lebih bergema daripada suara lainnya. Setiap pekerjaan, memang ada konsekuensinya. Namun jika mengerjakan pekerjaan Allah, maka konsekuensi yang kita dapatkan adalah Kepuasan yang dikembalikan pada Allah. Tiada yang dapat menggantikan kepuasan karena melakukan pekerjaan Allah.
Waktu terus berjalan.. Menjadi seorang pemimpin Kerajaan Allah, tidak sama dengan menjadi seorang pemimpin di suatu perusahaan swasta yang kebanyakan memerintahkan bawahannya untuk melakukan segala sesuatunya.. Justru dengan menjadi pemimpin PD, membuat kita menjadi teladan kepemimpinan dan kerendahan hati kita. Dengan pelayanan yang kita lakukan, mencerminkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari. Banyak rintangan dan permasalahan yang harus diahadapi, namun semuanya diserahkan kepada Allah. Saya yakin, saya tidak bekerja sendirian. Ada Allah yang bekerja bagi kita untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang kita hadapi..
Banyak hal yang bisa kita dapatkan jika kita mau setia dan taat akan panggilannya..
Suatu ketika, saya berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Di sepanjang lorong mall, banyak fashion store dan watch store. Di dalam hati saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, kapan ya saya bisa mendapatkan sebuah celana Jeans baru dan sebuah jam tangan?? Saya butuh jam tangan untuk melihat setiap waktu yang Engkau berikan, dan celana akan saya pakai dalam setiap pelayanan yang Engkau bebankan."
Selang 2 minggu dari hari itu, saya iseng mengikuti kuis SMS di sebuah radio lokal di Manado. Namun saya tidak yakin untuk menang, karena bukan hanya saya yang mengikuti kuis tersebut. Mungkin ada ratusan, ribuan, atau mungkin bahkan ratusan ribu orang yang mengikut kuis tersebut. Kuisnya berhadiah Voucher belanja di sebuah fashion store senilai 300ribu. Saya kaget bukan main saat mendengar nama saya disebutkan oleh sang penyiar radio tersebut. Saya sempat melompat dan mencubiti diri sendiri serasa tak percaya hal itu terjadi. Tapi memang benar, itulah kenyataannya.. Katanya, vouchernya bisa diambil besok harinya.
Sorenya, saat papa saya pulang dari kantor, saya lagi-lagi dikejutkan dengan sebuah kenyataan yang membahagiakan. Jam tangan.. Ya, papa saya membawakan jam tangan yang lebih indah daripada jam tangan yang saya lihat 2 minggu sebelumnya. Walaupun jam tangan tersebut hanya diperoleh secara gratis dari hadiah salah satu bank swasta, namun jam tangan tersebut sangat indah dan elegan. Harganya pasti sangat mahal. Dengan tali kulit serta Chronograhpnya, sudah terbayang harga yang harus ditebus untuk mendapatkannya. Namun, papa saya hanya mendapatkannya secara gratis, tanpa harus membayar sesenpun..
Voucher yang saya dapatkan juga saya belanjakan celana yang saya inginkan. Ternyata, bukan hanya celana yang saya idam-idamkan yang dapat dibeli dengan voucher itu. 1 celana, 1 kemeja, dan 1 kaos.. Ya, itulah karunia Tuhan. Tak putus-putusnya Syukur saya naikkan ke hadiratNya yang maha kuasa.
Memang benar, kalau kita mau mendengar dan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan dalam hidup kita, hidup yang berat dan penuh beban ini, akan menjadi ringan dan penuh sukacita. Karena Tuhan yang bekerja bersama kita. Kita tidak perlu takut akan kekurangan apapun. Dia telah berjanji untuk memberkina semuanya bagi kita yang setia kepadaNya..
Thankzz GOD..
^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar