Cinta.. Kalo ngomongin hal yang satu ini, pasti gak bakalan pernah selesai. Banyak kisah dibalik 1 kata yang sangat indah tersebut. Ada kisah bahagia, sedih, romantis, hingga yang gak bisa dibayangkan. Semua dapat terjadi karena cinta. Cinta juga ada yang tulus, ikhlas, rela berkorban, hingga cinta yang palsu seperti kemunafikan, ketidaksetiaan, hingga pengkhianatan terhada cinta itu sendiri.
Kalo ngomongin cinta dengan kisah-kisah kebahagiaannya, mungkin udah biasa dibaca en didenger. Tapi, bagaimana kisa percintaan yang memiliki akhir yang menyedihkan. Sebuah kisah cinta yang harus kandas hanya gara-gara salah satu dari pasangannya meninggal, atau mungkin pasangannya memilih untuk hidup bersama yang lain, atau malah sebuah hubungan yang sudah terjalin sekian lama harus berkahir hanya karena masalah jarak yang memisahkan.. Hummm…. Kayaknya seru juga tuch untuk dibicarakan lebih lanjut. Sedih?? Kecewa?? Pasti ada.. Apalagi kalo kejadian itu terjadi dalam kehidupan nyata kita. Kalo kita udah bener-bener cinta kepada seseorang, lalu terjadi hal yang demikian, siapa yang harus disalahkan..?!
Terkadang, kita melihat sebuah masalah dan segala persoalan hidup kita adalah sesuatu kisah yang kelam yang mungkin dapat menyakitkan hati. Namun, itulah kenyataan. Kita harus bersyukur dengan apapun juga yang terjadi dalam kehidupan kita. Baik buruknya kehidupan kita, kita harus terima dengan hati yang terbuka karena itulah yang menurutNya terbaik bagi kita. Mungkin saat kita putus dari pacar, kit melihat itu sebagai masalah. Tapi Tuhan berkata lain. Dia pasti memiliki jalan yang lebih baik lagi yang telah disediakanNya bagi kita. Ayah kita di dunia saja tidak rela kita hidup melarat, apalagi Bapa kita yang disurga. Memang, kebanyakan rencana kita berbeda dengan rencana Allah. Tapi kita harus yakin dan percaya, kalo Tuhan sudah meyiapkan rancangan-rancangan yang indah bagi kita. Dia meyiapkan rancangan Damai Sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. So, ucapan syukur kita diperlukan dalam setiap hela nafas kehidupan kita. Kalo bukan Dia, siapa lagi yang menjaga dan memelihara kehidupan kita.
Bersyukur atas apa yang ada saat ini, karena itulah berkat Tuhan bagimu. Mungkin dalam hidup ini kita pernah merasa sendiri, gagal, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa. Tapi Tuhan datang sebagai sahabat yang setia yang mau menolong kita disaat kita dalam kesendirian, permasalahan, dan putus asa. Cintanya melebihi cinta Bapa di dunia. So, apa lagi yang diragukan..?!
* * *



Tidak ada komentar:
Posting Komentar