Rabu, Januari 14, 2009

Aku Takkan Kembali (sorry..)




























"Aku hanya pergi tuk sementara

Bukan tuk meninggalkanmu selamanya
ku pasti kan kembali pada dirimu
tapi kau jangan nakal
aku pasti kembali ..."

Itulah kira-kira sepenggal lirik yang dinyanyikan Pasto.. Yupp.. Lagu tersebut menggambarkan bagaimana perasaan seseorang yang ditinggalkan dengan janji akan kembali lagi..

Nahh.. bagaimana kalo ternyata orang yang berjanji tersebut tidak menepati janjinya..?

Sakit memang rasanya kalo kita dikhianati seseorang. Apalagi kalo orang itu adalah orang yang paling kita sayangi. Tapi, mau apa lagi.. Kalo memang harus terjadi demikian, siapa yang harus disalahkan..?!

Kecewa, sakit hati, dan merasa tidak ada lagi yang peduli, pernah terlintas di kepala saat gw ngalamin kejadian seperti itu. Tapi, dengan besar hati, gw harus siap menerima kenyataan kalo semua kenangan manis yang dibangun 10 bulan, harus kandas hanya karena jarak yang memisahkan..

Pasti, salah satu pihak akan merasa dirugikan dengan kasus seperti ini. Disatu pihak masih ingin mempertahankan cinta mereka walaupun terpisah jarak, sedangkan dipihak lain justru tidak menginginkan hubungan jarak jauh yang dibangun hanya atas dasar kepercayaan ini diteruskan lagi.

Saat awal bertemu, mulut gombal ini meluncurkan kata-kata yang manis bak buah yang dapat menyegarkan dahaga. Sekarang, kata-kata yang menyakitkan meluncur dari bibir yang pernah mengucap kata sayang itu..

Perjalanan 10 bulan, bukanlah perjalanan yang panjang. Kalau diibaratkan sebagai bayi, pada tahap ini kita mulai belajar untuk berjalan dengan bantuan orang lain. Begitu juga dalam hubungan pacaran, kita bersama belajar untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan pasangan kita.

Setiap jalan, tidak ada yang mulus. Ada saja persoalan yang dihadapi dalam menjalin suatu hubungan. Apalagi kalo hubungan tersebut Backstreet, LDR, ato apalah yang lagi ngetrend sekarang.. Selain itu, juga ada masalah internal yang bisa membuat perpecahan dalan setiap hubungan. Namun sebenarnya, jika kita dapat membicarakannya secara baik-baik, justru kita dapat mengambil suatu keputusan yang lebih baik dari sekedar kata putus.

"Koq gak telpon sih..?? Koq gak SMS..?? Lagi dimana?? Am sypa?? Awas ya, jangan ngapa2in!!, etc".. Salah..?! Hummm... Kalo dipikir2 sich gak ada salahnya sich kalo nanya kyk gitu. Yang jadi masalahnya, SMS itu muncul di HP setiap hari... Yang awalnya jadi pengen bales, jadinya ogah2an karena ke-possesif-annya. Inikah yang dinamakan sayang..?! "Itu gw lakuin, krn gw sayang n' perhatian ama kamu" (halahhh...) Buat gw, itu dilakuin bukan karena sayang. Itu dilakuin cuma karena suatu keharusan dan
tradisi dalam berpacaran..

Sangking banyaknya masalah yang gw hadapi, sampai bisa bikin gw strezz memikirkan hal-hal yang seharusnya gak jadi beban pikiran. Namun, itulah kenyataan. Harus diterima dengan Hati yang terbuka.. Apapun keputusannya, mngkin ini yang terbaik..

Lupakan kenangan tentang kita. Lupakan semua yang pernah terjadi. Anggap kita gak pernah saling mengenal dan jatuh cinta. Karena bagi seseorang, jatuh cinta itu menyakitkan. Lebih baik hidup tanpa kekasih, daripada harus sakit hati ribuan kali dengan pelbagai permasalahan yang berbeda. Gw layak dibenci oleh orang yang pernah gw cinta, karena gw gak layak untuk dicintai.. Sorry atas semua kesalahan.. Sorry kalo gw ga bisa kasih yang terbaik. Just that, itulah kemampuan gw. Thx for everything,
Aku Pasti Tidak Akan Pernah Bersamamu Lagi..!!



"Orang Yang Bisa Mencintai Aku Hanyalah Orang Yang Bisa Menerima Diriku Apa Adanya, Bukan Adanya Apa.."



For Someone who Hurt me..
T_T..

Tidak ada komentar: