"Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia akan melihat Dia, dan mereka yang tidak pernah mendengarnya akan mengertinya." Setelah sentuhanNya yang begitu luar biasa bagiku, aku jadi ingin mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan padaku. Aku mulai mencari beberapa buku rohani di toko buku terdekat dan kudapatkan buku berjudul ¡§Burung Berkicau¡¨ karangan romo De Mello yang begitu menggugah hatiku. Tidak berhenti di situ, aku mulai mencari buku yang kupunya sendiri yang belum pernah kubaca dan ¡§Devosi Kerahiman Yesus¡¨ pun kudapatkan. Buku ini adalah buku pemberian ayahku yang sudah menganut agama yang berbeda dengan kami semenjak aku kelas 2 SMA, ayahku memberikannya padaku saat aku akan menikah. Kata ayahku, karena kakak keduaku sudah berpindah agama mengikuti agama suaminya, maka buku itu diberikannya padaku serta liontin salib milik kakakku. Saat itu aku hanya menerima saja tanpa berminat ingin tahu apa isi buku itu serta liontinnya, yang kusimpan di dompetku hingga kini. Setelah lima tahun berlalu semenjak ayahku memberikannya padaku barulah aku ingin tahu apa sebenarnya isi buku itu saat kehausan itu muncul dihatiku.
Entah apa yang terjadi saat aku membaca buku itu, hatiku begitu tergerak dengan segala yang terjadi pada suster Faustina serta pesan-pesan Yesus yang terasa begitu menggetarkan hatiku. Aku tidak mengetahui benar atau salah tapi hatiku tersentuh begitu dalam dan aku percaya pada Kerahiman Yesus yang tak terselami dengan kepercayaan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata. Maka saat itu aku mulai mendaraskan Koronka dengan keyakinan bahwa Tuhan Yesus berkuasa melepaskan aku dari ikatan-ikatan dunia dan dosaku. Tidak hanya itu saja, hampir setiap hari aku sempatkan diriku membuka kitab suci khususnya perjanjian baru dengan mengambil satu bacaan yang terbuka saat aku membuka tak beraturan, puji Tuhan serasa mimpi bahwa tiap kubuka hampir dapat dipastikan bacaan itu selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan hatiku saat menjalani kehidupan sehari-hariku. Aku tidak tahu apakah itu adalah kebetulan yang hampir setiap waktu, ataukah Tuhan sungguh menyentuhku hingga bacaan di Gerejapun kudapatkan beberapa kali sebelum aku menghadirinya ketika kusempatkan membacanya sebelum berangkat. Aku tidak peduli kata orang saat kudapatkan kenyataan ini bertubi-tubi terjadi padaku, hingga saat di misa Minggu harus kusembunyikan air mataku yang terus mungucur dengan derasnya. Otakku tidak dapat mengendalikan tangisku, aku merasa kasih Tuhan yang begitu besar bagiku hingga aku terus menangis hingga akhir Misa. Telinga dan pikiranku yang biasa berdengung atapun penuh dengan segala kekhawatiran tentang apa yang sudah akan terjadi serta berbagai rencana-rencana harian, tak ada satupun yang muncul. Hanya kesunyian dan keharuan yang begitu dalam.
Sentuhan Tuhan terasa begitu mengalir tak terduga, salah satunya saat ada tanya di hatiku apakah sudah benar caraku berdoa dan apalagi yang harus kulakukan supaya pantas bagiNya. Maka suatu sore saat aku bermotor dengan anak-anakku, mendadak aku ingin berhenti di kios penjual buku bekas dekat rumahku, yang sudah lama tidak pernah kudatangi. Lama berdiri mencari, mendadak aku melihat satu buku dengan gambar wajah Bunda Maria yang begitu kukenal karena sempat tersebar di tempat kerjaku. Ternyata itu adalah wajah Bunda Maria dari penggambaran anak-anak yang dapat melihatnya di Medjugordje. Dari buku itulah akhirnya kutahu tentang itu. Namun tidak hanya itu saja yang kudapatkan dari buku yang hanya dihargai 4 ribu rupiah oleh penjualnya, namun pesan khusus untuk rajin berpuasa dan berdoa demi perdamaian dunia serta jawaban bagaimana caranya berdoa yang menurut bunda adalah seperti kita bicara dengan orang tua kita. Sederhana namun menakjubkan bagi diriku karena lewat puasa dan doa-doa yang kudaraskan aku telah diperdamaikan serta diubah begitu rupa olehNya. Kasih Tuhan sungguh tak berkesudahan, terpujilah Tuhan Yesus yang datang menyelamatkan.
Kamis, Maret 27, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



1 komentar:
Shalom,
Blog kamu Bagus & inspiratif buat saya pribadi. Smoga buat pengunjung yg lain jg. Tetaplah menulis...
JBU.
PS: Mengundangmu jalan-jalan ke blog saya:
http://islamexpose.blogspot.com
Posting Komentar